IAPVC 2026 Angkat Pesan Konservasi lewat Fotografi Satwa
- 23 Mei 2026 12:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Taman Safari Indonesia meluncurkan International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) 2026 pada Sabtu, 23 Mei 2026. Acara peluncuran digelar di Taman Bendera Pusaka.
IAPVC 2026 menandai perjalanan 35 tahun kompetisi visual satwa liar di Indonesia. Taman Safari Indonesia merupakan taman rekreasi dan lembaga konservasi kelas dunia.
Saat ini Taman Safari Indonesia hadir di enam kota besar dan empat resort di Indonesia. Lembaga ini memiliki lebih dari 673 spesies dengan total 22.963 satwa.
Setiap tahun, Taman Safari Indonesia dikunjungi lebih dari lima juta orang. Sejak 1981, Taman Safari Indonesia aktif menyelamatkan dan melepasliarkan satwa ke habitat aslinya.
Board Advisory Taman Safari Indonesia Group, Agus Santoso mengatakan tema IAPVC 2026 adalah “From Lens to Legacy”. Tema tersebut menekankan bahwa fotografi dan videografi dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan konservasi kepada generasi mendatang.
"IAPVC 2026 memperluas jangkauan peserta hingga Asia Tenggara dan Australia. Langkah ini memperkuat posisi IAPVC sebagai kompetisi visual satwa liar bertaraf internasional," ujar Agus Santoso saat ditemui awak media dalam acara Launching 35th International Animal Photo & Vidio Competition (IAPVC) 2026, Taman Bendera Pusaka, Sabtu, 23 Mei 2026.
Tahun ini, IAPVC menghadirkan sembilan kategori lomba fotografi satwa liar. Kompetisi tersebut memberi ruang bagi fotografer dan filmmaker untuk menunjukkan kreativitas mereka.
"Peserta juga dapat menampilkan kemampuan teknis dan storytelling melalui karya visual. Taman Safari Indonesia pada hari ini juga turut meresmikan Komunitas Foto IAPVC," ujar Agus.
Komunitas ini menjadi wadah bagi pecinta fotografi alam dan satwa liar. IAPVC 2026 juga menghadirkan workshop fotografi di sekolah dan universitas.
"Seluruh karya peserta akan dinilai oleh juri profesional di bidang fotografi satwa, filmmaking, dan konservasi. Selama lebih dari 35 tahun, IAPVC terus menghubungkan seni, edukasi, pariwisata, dan konservasi melalui visual storytelling," kata Agus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....