Misi AWE Milik NASA Tuntas, Cuaca Bumi ternyata Pengaruhi Ruang Angkasa

  • 23 Mei 2026 10:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Instrumen AWE berhasil membuktikan bahwa cuaca di Bumi memengaruhi kondisi ruang angkasa melalui gelombang atmosfer.
  • Lebih dari 80 juta data citra dikumpulkan dan akan dibuka untuk riset lanjutan serta mitigasi dampak cuaca antariksa.
  • Dalam waktu dekat, instrumen ini akan dihancurkan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Instrumen Atmospheric Waves Experiment (AWE) milik NASA resmi mengakhiri fase pengumpulan data pada Kamis, 21 Mei 2026. Ini menandai selesainya misi yang telah melampaui target awal dua tahun.

AWE dipasang di bagian luar International Space Station pada November 2023 lalu. Instrumen ini bertugas mempelajari gelombang gravitasi atmosfer yang berperan dalam membentuk cuaca antariksa.

Gelombang ini merupakan riak besar di atmosfer yang dipicu oleh fenomena cuaca ekstrem. Contohnya, badai, tornado, dan angin kencang di pegunungan.

Melalui pengamatan terhadap airglow atau pancaran cahaya di atmosfer, AWE mengungkap bagaimana gelombang tersebut merambat hingga ke batas luar angkasa. Gelombang ini memengaruhi kondisi ruang angkasa yang berdampak pada satelit serta sistem komunikasi dan navigasi.

Selama 30 bulan operasional, AWE berhasil mengumpulkan lebih dari 80 juta citra inframerah pada malam hari. Instrumen ini merekam berbagai peristiwa cuaca ekstrem, termasuk Badai Helene di Florida pada September 2024.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa setiap jenis badai menghasilkan karakteristik gelombang yang berbeda. Temuan ini memberikan pemahaman baru tentang hubungan antara cuaca di Bumi dan dinamika atmosfer atas.

Hal ini sekaligus membuktikan bahwa dampak cuaca tidak berhenti di lapisan awan, melainkan menjalar hingga ke ruang angkasa. Dalam waktu dekat, AWE akan dilepas dan dimuat ke dalam kapsul kargo SpaceX Dragon untuk kemudian dimusnahkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....