NEO Surveyor NASA, Teleskop Pemburu Asteroid Berbahaya Siap Meluncur 2027
- 06 Mei 2026 14:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- NEO Surveyor dirancang mendeteksi asteroid dan komet berbahaya dengan teknologi inframerah, termasuk objek gelap dan tersembunyi yang tak terjangkau teleskop darat.
- Wahana akan ditempatkan di Sun-Earth Lagrange Point L1 untuk memindai langit selama minimal lima tahun guna mendukung sistem peringatan dini bagi Bumi.
RRI.CO.ID, Jakarta – Teleskop luar angkasa generasi terbaru NASA, NEO Surveyor, kini memasuki tahap integrasi dan pengujian. Hal ini mengingat peluncurannya yang dijadwalkan paling cepat pada September 2027 mendatang.
Mengutip laman resminya, misi ini dirancang khusus untuk mendeteksi asteroid dan komet berpotensi berbahaya di sekitar Bumi. Berbeda dengan teleskop berbasis darat, NEO Surveyor menggunakan teknologi inframerah untuk mengidentifikasi objek yang sulit terlihat.
Contohnya, asteroid berwarna gelap, berukuran kecil, atau yang tersembunyi di dekat cahaya Matahari. Sejak 2005, Kongres AS menugaskan NASA untuk menemukan objek dekat Bumi atau Near-Earth Objects (NEO) yang berpotensi mengancam.
Namun, banyak objek tersebut sulit dideteksi dengan metode optik konvensional. Melalui pendekatan inframerah, NEO Surveyor mampu menangkap panas yang dipancarkan objek-objek tersebut saat terkena sinar Matahari.
Teknologi ini membantu mereka meningkatkan peluang deteksi lebih dini. Dalam misinya, wahana ini akan ditempatkan sekitar 1,5 juta kilometer dari Bumi menuju titik stabil gravitasi Matahari-Bumi.
Titik ini dikenal sebagai Sun-Earth Lagrange Point L1. Dari sana, teleskop akan memindai langit secara terus-menerus selama minimal lima tahun untuk menemukan objek yang belum terdeteksi.
Manajer proyek di Jet Propulsion Laboratory NASA, Jim Fanson, menyebut misi ini sebagai upaya unik melindungi planet. “Misi ini akan menyediakan data penting untuk menjaga Bumi dalam jangka panjang,” ujarnya.
Saat ini, komponen utama teleskop inframerah dan instrumen pendukungnya tengah diuji di berbagai fasilitas di Amerika Serikat. Wahana ini dilengkapi pelindung Matahari sekitar 6 meter, berfungsi menghalangi cahaya langsung agar tidak mengganggu pengamatan.
Strukturnya juga dilengkapi panel surya untuk menyuplai energi bagi seluruh sistem. Data yang dikumpulkan akan dikirim ke Bumi melalui Deep Space Network NASA dan diproses di pusat data khusus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....