Penelitian NASA Ungkap Kehidupan Awal di Bumi Bergantung pada Logam Langka

  • 06 Mei 2026 13:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Studi ilmuwan yang didanai NASA mengungkap kehidupan sudah menggunakan molibdenum sejak 3,3–3,7 miliar tahun lalu, saat unsur ini masih sangat langka.
  • Temuan ini membantah teori lama bahwa kehidupan awal bergantung pada tungsten, serta memperbarui pemahaman evolusi kimia sejak Great Oxidation Event.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kehidupan di bumi lebih dari 3 miliar tahun lalu diprediksi bergantung pada logam molibdenum. Kendati demikian, unsur tersebut sangat langka di lingkungan pada masa itu.

Temuan ini diungkap oleh Ilmuwan yang didanai NASA, dikutip dari laman resminya, Rabu, 6 Mei 2026. Studi menunjukkan, kehidupan telah menggunakan molibdenum sejak 3,3 hingga 3,7 miliar tahun yang lalu.

Hal ini jauh sebelum kadar molibdenum di lautan meningkat hingga mencapai tingkat seperti saat ini. “Molibdenum berada di pusat katalitik enzim yang mengendalikan reaksi-reaksi utama karbon, nitrogen, dan belerang,” ucap Kepala Kaçar Lab di Universitas Wisconsin-Madison dan penulis utama, Betül Kaçar.

Kaçar sendiri memimpin MUSE, sebuah Konsorsium Interdisipliner NASA untuk Penelitian Astrobiologi (ICAR) di UW-Madison. “Bertanya kapan kehidupan mulai menggunakan molibdenum, sama dengan bertanya kapan beberapa strategi metabolik yang paling berpengaruh menjadi mungkin,” kata Kaçar.

Dalam kondisi saat ini, molibdenum diketahui berperan penting dalam mempercepat reaksi biokimia di dalam sel. Logam ini menjadi komponen utama enzim-enzim esensial yang menggerakkan berbagai proses biologis penting pada makhluk hidup.

Bukti geologis menunjukkan, kadar molibdenum di lautan hanya terdapat dalam jumlah sangat kecil pada masa awal Bumi. Konsentrasinya mulai meningkat seiring kemunculan mikroorganisme yang melakukan fotosintesis.

Akibanya hal itu memicu lonjakan besar kadar oksigen di atmosfer sekitar 2,45 miliar tahun lalu. Fenomena ini dikenal dalam peristiwa Great Oxidation Event.

Peristiwa ini memiliki dampak besar terhadap evolusi kehidupan di Bumi. Mengingat kelangkaannya di Bumi purba, ahli sempat menduga organisme awal mungkin menggunakan logam lain untuk mempercepat reaksi vital.

Salah satunya tungsten, yang memiliki sifat serupa dalam sel dan kini masih digunakan oleh beberapa organisme ekstrem. Sebelumnya, ilmuwan berteori bahwa kehidupan mungkin awalnya memanfaatkan tungsten, sebelum beralih ke molibdenum ketika unsur tersebut lebih tersedia.

Namun, temuan terbaru menunjukkan bahwa asumsi tersebut tidak sepenuhnya tepat. Ini membuka perspektif baru dalam memahami evolusi kimia kehidupan di Bumi awal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....