Mengenal 'Cofiring Biomassa', Teknologi PLN Nusantara Power untuk Kurangi Emisi
- 30 Apr 2026 20:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Teknologi ini menjadi solusi transisi energi
- Implementasi cofiring biomassa juga memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan emisi karbon nasional
- Langkah ini menjadi bagian kontribusi perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emissions Indonesia
RRI.CO.ID, Jakarta — PLN Nusantara Power mengembangkan inovasi pembangkitan listrik ramah lingkungan melalui penerapan teknologi cofiring biomassa di PLTU nasional. Teknologi ini menjadi solusi transisi energi untuk menekan emisi karbon tanpa mengganti seluruh sistem pembangkit listrik eksisting saat ini.
Cofiring biomassa merupakan metode pencampuran bahan bakar batu bara dengan biomassa seperti limbah pertanian kayu atau produk organik lainnya. Melalui metode ini PLTU tetap beroperasi normal namun menghasilkan emisi karbon lebih rendah dibandingkan penggunaan batu bara sepenuhnya.
Melalui implementasi cofiring PLN Nusantara Power memanfaatkan sumber daya lokal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil secara bertahap. Penggunaan biomassa juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengelolaan bahan baku berbasis limbah di berbagai daerah.
Sepanjang tahun 2025 program cofiring biomassa telah diimplementasikan secara komersial di dua puluh lima unit PLTU milik perusahaan. Dari program tersebut PLN Nusantara Power berhasil memproduksi energi hijau sebesar 1.041 Gigawatt hour serta mendukung penurunan emisi karbon nasional.
Implementasi cofiring biomassa juga memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan emisi karbon nasional secara berkelanjutan dan terukur. Sepanjang tahun 2025 perusahaan mencatatkan reduksi emisi karbon sebesar 1,17 juta ton CO2e dari program tersebut.
Memasuki kuartal pertama tahun 2026 PLN Nusantara Power kembali mencatatkan produksi energi hijau sebesar 245 Gigawatt hour. Capaian tersebut turut berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon dengan total reduksi mencapai sekitar 286 juta ton CO2e.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyatakan, cofiring biomassa merupakan solusi transisi energi yang relevan dan adaptif. Teknologi ini dapat diterapkan secara bertahap pada pembangkit eksisting tanpa mengganggu keandalan pasokan listrik bagi masyarakat luas.
"Program cofiring biomassa menjadi wujud komitmen PLN Nusantara Power dalam menghadirkan energi lebih bersih andal dan berkelanjutan. Selain itu implementasi cofiring juga memperkuat ekosistem biomassa nasional melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal berkelanjutan," kata Ruly dalam siaran pers tertulis, Kamis, 30 April 2026.
Ke depan, lanjut Ruly, PLN Nusantara Power akan terus memperluas penerapan cofiring biomassa serta mengembangkan inovasi pembangkitan rendah emisi lainnya. Langkah ini menjadi bagian kontribusi perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emissions Indonesia serta memperkuat transisi energi nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....