BRIN Kembangkan Teknologi Perkeretaapian
- 23 Apr 2026 10:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan berbagai teknologi perkeretaapian yang mencakup aspek sarana, prasarana, hingga tata kelola sebagai upaya mendukung peningkatan kinerja transportasi dan pertumbuhan kawasan. Pengembangan ini dilakukan melalui riset yang terintegrasi untuk menjawab kebutuhan sistem perkeretaapian nasional yang semakin kompleks.
Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan, riset perkeretaapian yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga mencakup dimensi kelembagaan dan operasional. Hal ini disampaikan Arif dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional di Stasiun Tanah Abang Baru Jakarta, Rabu, 22 April 2026.
“Paling tidak, ada tiga riset yang ada, yang pertama adalah riset aspek sosial kelembagaan. Kemudian kedua riset penumpang, dan yang ketiga berkaitan dengan lingkungan,” ujarnya.
Dalam pengembangan sarana, Arif mengatakan, BRIN mendorong peningkatan kemampuan engineering nasional, baik pada mesin maupun gerbong kereta. Hal ini dilakukan agar proses alih teknologi dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.
Ia mencontohkan keberhasilan negara lain dalam mempercepat penguasaan teknologi melalui investasi engineering. “Salah satunya adalah karena cepat melakukan investasi engineering,” ujarnya.
Sementara itu, pada aspek prasarana, BRIN mengembangkan sistem pemantauan kesehatan struktur (structural health monitoring system) untuk jembatan kereta api. Teknologi ini menjadi penting mengingat banyaknya jembatan kereta api yang telah berusia tua.
“Data yang ada menunjukkan bahwa sekitar 6.000 jembatan kereta api memiliki kondisi lebih dari 100 tahun,” katanya.
Selain itu, Arif mengatakan, BRIN juga melakukan pengembangan material seperti bantalan rel berbasis karet yang telah melalui berbagai pengujian teknis. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan stabilitas dan keselamatan operasional kereta api.
Dari sisi tata kelola, BRIN turut mengembangkan kajian terkait manajemen dan integrasi sistem transportasi, termasuk di kawasan perkotaan. Peran ini menempatkan BRIN sebagai lembaga riset dan pengembangan yang mendukung pemerintah, BUMN, dan industri dalam mempercepat pengembangan sektor perkeretaapian.
“Ini bisa menjadi salah satu aspek bagi rencana kita untuk mempercepat proses pembangunan infrastruktur maupun industri kereta api,” kata Arif.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan pengembangan jaringan perkeretaapian kini difokuskan di luar Pulau Jawa. Menurutnya, langkah tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN).
“Visi besar Bapak Presiden, kita ingin memastikan Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi tidak tertinggal terlalu jauh. Dengan membangun jaringan kereta api yang terintegrasi, kita bisa menekan biaya logistik secara signifikan dan meningkatkan daya saing,” ia menjelaskan.
Rakor ini turut dihadiri oleh Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, dan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. Kemudian, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Wakil Kepala BP BUMN Amminudin Ma'ruf, dan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin. (SBN/ed. ns)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....