NASA Memutuskan untuk Mematikan Alat di Voyager 1

  • 18 Apr 2026 14:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • NASA memutuskan untuk mematikan instrumen LECP pada Voyager 1.
  • Keputusan ini diambil untuk menghemat energi yang terus menurun dan menjaga kelangsungan misi di ruang antarbintang.

RRI.CO.ID, Jakarta - NASA memutuskan mematikan salah satu instrumen pada wahana Voyager 1, pada Jumat, 17 April 2026. Hal ini demi menjaga keberlanjutan operasinya di ruang antarbintang.

Instrumen yang dimatikan adalah Low-energy Charged Particles (LECP). LECP telah beroperasi hampir tanpa henti sejak peluncuran pada 1977.

Instrumen ini berperan penting dalam mengukur partikel bermuatan energi rendah seperti ion, elektron, dan sinar kosmik. Keputusan ini diambil karena pasokan energi wahana yang terus menurun.

Voyager 1, seperti kembarannya Voyager 2, mengandalkan generator termoelektrik radioisotop yang kehilangan sekitar 4 watt daya setiap tahun. Cadangan energi menjadi sangat terbatas sehingga tim harus menghemat daya dengan mematikan instrumen dan pemanas tertentu.

Insinyur di Jet Propulsion Laboratory mengambil langkah ini setelah terjadi penurunan daya tak terduga pada Februari lalu. Hal ini berpotensi memicu sistem perlindungan tegangan rendah dan mematikan komponen secara otomatis.

Untuk menghindari risiko tersebut, tim akhirnya memutuskan mengambil tindakan lebih awal. Manajer misi Voyager, Kareem Badaruddin, menyebut langkah ini sebagai pilihan terbaik meski tidak ideal.

Saat ini, Voyager 1 masih memiliki dua instrumen aktif yang mengukur gelombang plasma dan medan magnet. Keduanya tetap mengirimkan data dari wilayah yang belum pernah dijangkau wahana buatan manusia lainnya.

Voyager 1 kini berada lebih dari 15 miliar mil dari Bumi. Sehingga sinyal perintah membutuhkan waktu sekitar 23 jam untuk mencapai wahana tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....