IGRS Ditunda, Pemerintah Pastikan Game Tetap Masuk

  • 17 Apr 2026 13:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah tunda sementara rating Indonesia Game Rating System (IGRS) untuk evaluasi
  • Investigasi mencakup sistem, proses, dan tata kelola bersama pelaku industri
  • Indonesia Game Rating System tetap ditujukan melindungi masyarakat dan industri
  • Tidak ada pemblokiran, game tetap bisa masuk ke Indonesia
  • Evaluasi dilakukan agar sistem lebih transparan dan kredibel

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menunda sementara proses rating Indonesia Game Rating System (IGRS). Namun, game tetap bisa masuk ke Indonesia.

Penundaan dilakukan sambil menunggu hasil investigasi. Evaluasi mencakup sistem, proses, dan tata kelola.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Sonny Hendra Sudaryana menyampaikan hal tersebut. Investigasi dilakukan sejak awal insiden.

“Kami melakukan investigasi menyeluruh dari sistem hingga tata kelola. Ini untuk memastikan hasil objektif,” ujar Sonny.

Pemerintah juga melibatkan pelaku industri dalam proses evaluasi. Diskusi dilakukan sejak pertemuan awal pekan lalu.

Masukan asosiasi industri menjadi bahan pertimbangan. Pemerintah juga mendengar langsung aspirasi masyarakat.

“Kami berdiskusi dengan pelaku industri. Masukan mereka sangat penting bagi perbaikan kebijakan,” katanya.

Sonny menegaskan IGRS dibangun untuk kepentingan publik. Sistem ini juga memberikan kepastian bagi pelaku industri.

“IGRS hadir untuk melindungi masyarakat, khususnya anak-anak. Sekaligus memberi kepastian bagi industri,” ucapnya.

Selama proses evaluasi berlangsung, rating IGRS ditunda sementara. Kebijakan ini ditegaskan bersifat sementara.

“Penundaan ini hanya sementara. Tujuannya agar sistem lebih kuat dan dapat dipercaya,” katanya.

Pemerintah memastikan tidak ada pemblokiran game. Distribusi game tetap berjalan seperti biasa.

“Game tetap bisa masuk ke Indonesia. Tidak ada yang diblokir,” kata Sonny.

Perwakilan industri game Reza Febri Nanda dari Gamecom Team menyambut langkah tersebut. Ia menilai evaluasi tidak menghambat industri.

“Jangan takut menjadi developer game. Ini bukan penghambat industri,” ucap Reza.

Pelaku industri lainnya Adam Ardisasmita dari Arsanesia juga memberikan pandangan. Ia menegaskan pentingnya transparansi dalam evaluasi.

“Kami akan ikut mengawal dan memastikan transparansi. Ini penting bagi pelaku industri,” kata Adam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....