Rover Curiosity Dekati Kawah Muda di Mars, Ungkap Jejak Kimia Tersembunyi

  • 15 Apr 2026 17:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Rover Curiosity milik NASA mendekati kawah kecil berdiameter sekitar 10 meter yang diduga berusia kurang dari 50 juta tahun, sehingga material di dalamnya kemungkinan masih relatif “segar” secara geologi.
  • Antofagasta diperkirakan dapat membuka akses ke material bawah permukaan Mars, memberi peluang bagi ilmuwan untuk meneliti komposisi batuan serta kemungkinan adanya senyawa kimia atau molekul organik yang lebih kompleks.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wahana penjelajah Curiosity rover milik NASA menghabiskan sepekan terakhir dengan bergerak menuju sebuah kawah kecil di permukaan Mars. Mengutip laman resminya, kawah ini berdiameter sekitar 10 meter.

Kawah tersebut secara informal dinamai “Antofagasta,”. Nama ini merujuk pada wilayah dan kota besar di Chile yang berada di dekat Gurun Atacama.

Antofagasta dinilai berpotensi menjadi “bor alami” yang mengungkap material dari bawah permukaan. Material yang terkubur dapat terangkat melalui dinding dan lontaran kawah, membuka peluang untuk mempelajari komposisi batuan Mars.

Berdasarkan pengamatan dari orbit, kawah ini diduga relatif muda dalam skala geologi Mars. Usianya diduga kurang dari 50 juta tahun.

Kondisi tersebut membuat peneliti optimistis material di sekitar kawah mungkin baru saja terpapar lingkungan permukaan Mars yang keras. Ini termasuk radiasi yang dapat merusak molekul organik.

Selama ini, Curiosity telah menemukan berbagai molekul organik yang mampu bertahan selama miliaran tahun. Namun, ilmuwan kini mempertanyakan apakah terdapat cadangan kimia yang lebih kompleks dan melimpah di bawah permukaan Mars.

Kawah Antofagasta berpotensi memberikan jawaban, meski masih bergantung pada sejumlah faktor. Contohnya, kedalaman batuan yang terangkat, usia kawah, serta kesesuaian batuan untuk dianalisis menggunakan bor Curiosity.

Sambil mendekati kawah tersebut, perjalanan Curiosity juga mengungkap fenomena geologi menarik. Banyak batuan menampilkan tekstur unik berupa ribuan pola poligon menyerupai sarang lebah yang saling bersilangan di permukaannya.

Pola seperti ini pernah ditemukan sebelumnya, namun kali ini terlihat jauh lebih melimpah dan membentang luas. Selain itu, Curiosity rutin memantau kondisi lingkungan Mars, termasuk mencari pusaran debu (dust devil) dan mengambil gambar cakrawala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....