Arkeolog Temukan Struktur Bangunan dan Peluru VOC di Benteng Speelwijk Banten

  • 13 Apr 2026 10:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Arkeolog menemukan struktur fondasi bangunan, lantai, dan peluru bundar era VOC di Benteng Speelwijk melalui ekskavasi lanjutan.
  • Ekskavasi fokus di sisi timur benteng, melanjutkan temuan sebelumnya serta mengungkap artefak seperti keramik asing dan logam.
  • Pemanfaatan kawasan cagar budaya jadi tantangan, pemerintah daerah diharapkan sediakan ruang olahraga bagi warga.

RRI.CO.ID, Jakarta - Arkeolog menemukan struktur bangunan dan peluru VOC di Benteng Speelwijk melalui kegiatan ekskavasi. Kegiatan ini dilakukan oleh Balai Pelestarian (BP) Kebudayaan Wilayah VIII Provinsi Banten guna menyingkap tabir sejarah peninggalan masa kolonial.

Pamong Budaya BPK Banten, Adita Nofiandi menjelaskan bahwa ekskavasi tahun ini merupakan proyek lanjutan untuk meneruskan temuan tahun lalu. Ekskavasi ini juga berfokus penelitian di bagian dalam sisi timur benteng.

"Target kami adalah melakukan pengupasan lahan sesuai tata letak yang ditentukan. Sejauh ini, temuan yang jelas terlihat adalah struktur fondasi bekas bangunan dan struktur lantai yang masih utuh," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima RRI, Senin, 13 April 2026.

Selain struktur bangunan, tim arkeolog juga menemukan berbagai artefak penting seperti fragmen keramik asing dan benda berbahan logam. Salah satu temuan yang menarik perhatian adalah peluru bundar yang diduga kuat berasal dari era VOC.

"Kemarin rekan-rekan menemukan peluru bulat yang biasanya digunakan untuk pistol era VOC. Selain itu, kami juga dapati struktur lantai dari bata dan terakota yang orientasinya meneruskan hasil temuan sebelumnya," ucapnya.

Ia menegaskan, struktur bangunan yang ditemukan ini rencananya akan tetap ditampakkan dan tidak ditutup kembali. Hal itu dilakukan untuk melengkapi narasi sejarah mengenai periode serta pola kebudayaan pada masa itu.

Ia juga menyoroti tantangan pemanfaatan ruang di area cagar budaya yang kerap digunakan warga sekitar untuk berolahraga. Terutama seperti bermain sepak bola, karena minimnya ruang terbuka publik bagi masyarakat setempat.

Kegiatan ekskavasi yang melibatkan tim mahasiswa ini direncanakan berlangsung hingga akhir pekan depan. Hasil dari temuan ini nantinya akan didata dan diolah sebagai rujukan penelitian sejarah masa depan di wilayah Banten.

"Ini memang menjadi permasalahan di satu sisi kita menjaga cagar budaya, di sisi lain masyarakat butuh ruang ekspresi. Harapan kami pemerintah daerah memfasilitasi ruang olahraga warga agar pemanfaatan cagar budaya sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010," katanya, menuturkan.

Sebelumnnya, Benteng Speelwijk, merupakan salah satu bukti peninggalan sejarah pada masa Belanda. Benteng Speelwijk terletak di Kampung Pamarican, Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten.

Benteng Speelwijk dibangun pada abad ke 17, saat Sultan Abu Nase Abdul Qohhar. Atau yang biasa dikenal Sultan Haji memimpin kerajaan Banten, pada tahun 1672 hingga 1684.

Adapun nama Benteng Speelwijk diambil dari nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-14, Cornelis Janszoon Speelman. Benteng ini juga dibangun oleh seorang arsitek bernama Hendrik Lucaasz Cardeel yang merancang bangunannya.

"Nama speelwijk ini kan diambil dari nama tokoh belanda yang bernama Cornelis Janszoon Speelman. Kemudian menjadi gubernur Jenderal Batavia 1681-1684 dan Speelman ini pernah memimpin pasukan menyerang ke makassar, menyerang sultan Hasanuddin," kata Staf Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah VIII Provinsi Banten, Mulangkara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....