Kenali Apa Itu Teknologi CCUS, Inovasi PLN untuk Energi Rendah Emisi
- 11 Apr 2026 08:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Secara teknis, CCUS mencakup tiga tahap utama yaitu penangkapan karbon, pemanfaatan karbon, serta penyimpanan karbon secara permanen
- Manfaat utama teknologi CCUS adalah mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan tanpa mengorbankan kebutuhan energi masyarakat dan industri
- Teknologi ini juga dapat menjadi solusi transisi sebelum energi terbarukan sepenuhnya menggantikan peran energi konvensional dalam sistem nasional
RRI.CO.ID, Jakarta – Teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) menjadi solusi penting dalam menekan emisi karbon sektor energi global. PT PLN Nusantara Power mulai menjajaki teknologi ini sebagai bagian strategi transisi menuju sistem energi bersih berkelanjutan nasional.
Dirangkum dari berbagai sumber, Sabtu, 11 April 2026, CCUS merupakan teknologi untuk menangkap karbon dioksida dari sumber emisi besar seperti pembangkit listrik dan industri berat. Karbon yang ditangkap kemudian dimanfaatkan kembali atau disimpan secara aman di bawah permukaan bumi agar tidak mencemari atmosfer.
Secara teknis, CCUS mencakup tiga tahap utama yaitu penangkapan karbon, pemanfaatan karbon, serta penyimpanan karbon secara permanen. Proses ini memungkinkan pengurangan emisi tanpa menghentikan operasional industri secara drastis sehingga mendukung transisi energi lebih realistis.
Sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat, Norwegia, dan Kanada telah lebih dulu mengembangkan dan menerapkan teknologi CCUS secara luas. Proyek seperti Sleipner di Norwegia dan Boundary Dam di Kanada menjadi contoh keberhasilan implementasi teknologi ini.
Selain itu, negara seperti Inggris, Jepang, dan Australia juga активно mengembangkan CCUS untuk mendukung target net zero emission mereka. Pengembangan dilakukan melalui proyek percontohan, insentif kebijakan, serta kolaborasi antara pemerintah dan sektor industri energi nasional.
Manfaat utama teknologi CCUS adalah mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan tanpa mengorbankan kebutuhan energi masyarakat dan industri. Selain itu, karbon yang ditangkap dapat dimanfaatkan untuk industri lain sehingga menciptakan nilai ekonomi tambahan berkelanjutan.
Di Indonesia, potensi penerapan CCUS cukup besar terutama pada sektor pembangkitan listrik dan industri berbasis energi fosil nasional. Teknologi ini juga dapat menjadi solusi transisi sebelum energi terbarukan sepenuhnya menggantikan peran energi konvensional dalam sistem nasional.
Sejalan dengan itu, PLN Nusantara Power menjajaki kerja sama dengan VOGO-ARSTROMA untuk mengembangkan teknologi CCUS berbasis membran inovatif. Teknologi ini dinilai lebih efisien menangkap karbon dengan konsumsi energi lebih rendah serta fleksibel diterapkan pada berbagai skala pembangkit.
Kerja sama tersebut mencakup studi kelayakan teknis, ekonomi, lingkungan, serta pengembangan proyek percontohan pada unit pembangkit PLN Nusantara Power. Kolaborasi ini juga meliputi pertukaran data operasional dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia bidang energi bersih nasional.
Direktur Operasi Pembangkit Batu Bara PLN Nusantara Power, M Irwansyah Putra, menyatakan kerja sama ini sebagai langkah strategis dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan. Ia menegaskan CCUS menjadi fondasi penting untuk mendukung target net zero emission Indonesia pada tahun 2060 mendatang.
Melalui pengembangan CCUS, PLN Nusantara Power memperkuat komitmen menghadirkan energi listrik yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan. Langkah ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta transisi energi global serta mendorong daya saing industri nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....