Bijak di Dunia Maya: Etika Bermedia Sosial yang Sering Terabaikan
- 10 Apr 2026 15:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Di era digital, komunikasi bebas sering membuat nilai kesopanan dan budaya masyarakat Indonesia perlahan terabaikan. Padahal masyarakat Indonesia dikenal menjunjung adat ketimuran seperti keramahan dan kesopanan dalam kehidupan sehari-hari.
Di media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan YouTube, banyak konten sensitif berkaitan politik, suku, agama, serta ras. Pada kolom komentar, sering muncul berbagai tanggapan yang tidak lagi memperhatikan norma kesopanan dalam masyarakat Indonesia.
Berikut lima cara beretika dalam bermedia sosial yang dikutip dari Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara:
1. Pergunakan Bahasa Yang Baik
Saat beraktivitas di media sosial, sebaiknya menggunakan bahasa yang baik dan tepat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Gunakan bahasa sopan saat berkomunikasi di internet agar pesan tersampaikan jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
2. Hindari Penyebaran SARA, Pornografi dan Aksi Kekerasan
Sebisa mungkin hindari menyebarkan informasi yang mengandung unsur SARA dan pornografi di media sosial. Sebarkan hal-hal bermanfaat yang tidak menimbulkan konflik antar sesama pengguna.
Hindari mengunggah foto kekerasan seperti korban kekerasan atau kecelakaan lalu lintas di media sosial. Penyebaran foto tersebut dapat menambah kesedihan keluarga korban yang mungkin mengenali anggota keluarganya.
3. Kroscek Kebenaran Berita
Pengguna media sosial diharapkan waspada terhadap informasi yang menjelekkan pihak tertentu dan berpotensi menjatuhkan nama baik seseorang. Karena itu, pengguna perlu lebih bijak memahami informasi dan melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum membagikannya kepada orang lain.
4. Menghargai Hasil Karya Orang Lain
Saat membagikan foto, tulisan, atau video milik orang lain di media sosial, biasakan mencantumkan sumber sebagai bentuk penghargaan. Hindari kebiasaan menyalin dan membagikan informasi dari orang lain tanpa mencantumkan sumber yang jelas dan dapat dipercaya.
5. Jangan Terlalu Mengumbar Informasi Pribadi
Bersikaplah bijak saat membagikan informasi pribadi di media sosial dan hindari mengunggah data sensitif seperti nomor telepon. Informasi pribadi yang tersebar dapat dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab dan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya tindak kejahatan.
Masyarakat perlu lebih sadar aturan bermedia sosial dengan tetap menjaga sopan santun meski identitas tidak selalu diketahui. Gunakan media sosial secara bijak, pikirkan dampak sebelum menyebarkan informasi agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. (Agnes Claudia Ohoira)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....