Dari Apollo ke Artemis II, Ini Alasan Misi Kembali ke Bulan Memakan Waktu Lama
- 04 Apr 2026 19:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kembalinya manusia ke Bulan memakan waktu lebih dari 50 tahun.
- Hal ini dikarenakan adanya perubahan prioritas eksplorasi, tantangan teknologi, serta minat politik dan publik.
RRI.CO.ID, Jakarta – Misi Artemis II menandai upaya manusia kembali ke Bulan setelah lebih dari lima dekade sejak misi Apollo 1972. Namun, kembalinya manusia ke satelit alami Bumi itu membutuhkan waktu lama.
Setelah program Apollo berakhir, eksplorasi manusia ke Bulan sempat terhenti selama puluhan tahun. Salah satunya berkurangnya minat politik dan publik terhadap eksplorasi Bulan setelah perlombaan antariksa era Perang Dingin mereda.
Pada periode tersebut, NASA mengalihkan fokusnya ke program Space Shuttle dan pembangunan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Selain itu, tantangan teknis juga menjadi faktor penting.
Banyak insinyur dan tenaga ahli program Apollo telah pensiun, sementara rantai pasokan teknologi lama juga tidak lagi tersedia. Kondisi ini membuat pengembangan teknologi baru untuk misi Bulan membutuhkan waktu yang panjang.
Dalam beberapa tahun terakhir, minat untuk kembali ke Bulan kembali meningkat. Program Artemis dikembangkan sebagai langkah awal untuk membangun kehadiran manusia secara berkelanjutan di Bulan.
Artemis II sendiri merupakan misi berawak pertama dalam program Artemis yang akan membawa empat astronot mengelilingi Bulan. Misi ini tidak akan melakukan pendaratan, tetapi dirancang untuk menguji sistem sebelum misi pendaratan di masa depan.
Artemis II sendiri membawa tiga astronaut NASA dan satu astronaut ESA. Yakni Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, serta astronaut Kanada Jeremy Hansen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....