NASA Kirim Teknologi dan Eksperimen Sains ke Orbit Bumi Rendah dengan Falcon 9

  • 30 Mar 2026 13:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • NASA bersama mitra industri akan meluncurkan berbagai demonstrasi teknologi dan sains ke orbit rendah Bumi menggunakan Falcon 9.
  • Menariknya, salah satu satelit, R5-S10 CubeSat, akan mengirimkan data eksperimen melalui Wi-Fi di luar angkasa.

RRI.CO.ID, California - Sejumlah demonstrasi teknologi dan eksperimen sains NASA akan diluncurkan menuju orbit rendah Bumi menggunakan roket SpaceX Falcon 9. Peluncuran ini merupakan bagian dari misi rideshare komersial Transporter-16.

Jendela peluncuran berdurasi 57 menit dijadwalkan dibuka pada Senin, 30 Maret 2026, pukul 06.20 EDT (sekitar 17.20 WIB). Peluncuran ini berlokasi di Space Launch Complex-4 East di Vandenberg Space Force Base, California, Amerika Serikat.

SpaceX juga akan menyiarkan secara langsung melalui situs web serta akun @SpaceX di platform X. Mereka akan memulai siaran sekitar 15 menit sebelum lepas landas.

Beberapa demonstrasi dalam misi ini memanfaatkan teknologi satelit kecil (CubeSat) untuk meningkatkan fleksibilitas misi sekaligus menekan biaya. Salah satunya adalah AEPEX (Atmosphere Effects of Precipitation through Energetic X-rays).

AEPEX merupakan CubeSat yang mempelajari bagaimana partikel berenergi tinggi dari sabuk radiasi Bumi mentransfer energi ke atmosfer atas. Beberapa CubeSat yang dikembangkan melalui MagQuest juga akan diluncurkan untuk menguji metode baru dalam mengukur medan magnet Bumi.

Sementara itu, satelit R5-S10 CubeSat akan menguji teknik proximity operations dan formation flying. Menariknya, R5-S10 CubeSat juga akan mengirimkan data eksperimen melalui Wi-Fi di luar angkasa.

Sistem router Wi-Fi ini dikembangkan oleh Solstar Space Company bekerja sama dengan Momentus. Data dari CubeSat akan dikirim ke kendaraan layanan orbit Vigoride, kemudian diteruskan ke Johnson Space Center NASA, Houston.

Di sisi lain, satelit TechEdSat23 CubeSat akan menguji tiga teknologi utama. Yaitu sensor radiasi Radiation Shielding Efficacy Testbed, radio miniatur NOAA Data Collection System, serta perangkat exo-brake.

Vigoride juga membawa sistem pemrosesan daya dari CisLunar Industries. Teknologi ‘Electric Power Intelligent Conversion’ mampu mengubah daya listrik antara 1-100 kilowatt dengan efisiensi lebih dari 95 persen.

Kemudian, NASA akan mengumpulkan data kembali ke atmosfer dengan kecepatan hipersonik melalui kapsul W-6 milik Varda Space Industries. Kapsul ini dilengkapi sensor pada pelindung panas yang dibuat di NASA Ames Research Center.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....