NASA Kaji Bumi Memasuki “Fireball Season”, Meteor Terang Lebih Sering Muncul

  • 29 Mar 2026 11:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • NASA menyebut Bumi sedang memasuki “Fireball Season”, ketika kemunculan meteor sangat terang meningkat hingga 10–30 persen, terutama sekitar ekuinoks Maret.
  • Salah satunya asteroid kecil yang melaju sekitar 72 ribu km/jam pecah di atmosfer dan menghasilkan meteorit di wilayah Ohio.

RRI.CO.ID, Washington – Lembaga antariksa Amerika Serikat (NASA) mengkaji saat ini Bumi tengah memasuki periode yang dikenal sebagai “Fireball Season”. Peristiwa ini terjadi ketika kemunculan meteor sangat terang lebih sering terlihat di langit.

Fireball Season biasanya terjadi antara Februari hingga April di belahan bumi utara. Peningkatan kemunculan meteor terang diprediksi hingga sekitar 10–30 persen, terutama mendekati ekuinoks Maret.

Sejumlah laporan menyebut, langit di beberapa wilayah Amerika Serikat terlihat diterangi kilatan cahaya terang yang melintas cepat. NASA menjelaskan fenomena tersebut dikenal sebagai fireball, yakni meteor yang cahayanya bahkan lebih terang daripada planet Venus.

Salah satu peristiwa mencolok terjadi pada 17 Maret 2026. Saat itu, sebuah fireball terang terlihat pada siang hari di wilayah timur laut Amerika Serikat hingga Kanada.

Fenomena itu dipicu oleh asteroid kecil berdiameter hampir dua meter. Asteroid ini memiliki berat sekitar tujuh ton yang melaju sekitar 72 ribu kilometer per jam.

Objek ini pecah di atas Valley City, kemudian jatuh sebagai meteorit di sekitar Medina County, Ohio. NASA menjelaskan bahwa meteor sebenarnya merupakan fenomena yang cukup umum terjadi.

Namun, banyak di antaranya tidak terlihat karena jatuh di wilayah lautan, daerah terpencil, atau terjadi pada siang hari. Meningkatnya laporan penampakan meteor belakangan ini juga dipengaruhi oleh semakin banyaknya perangkat kamera.

Contohnya, seperti ponsel, kamera mobil, dan kamera rumah yang mampu merekam peristiwa tersebut. Secara ilmiah, batuan kecil yang melintas di ruang angkasa disebut meteoroid.

Ketika memasuki atmosfer Bumi dan terbakar sehingga terlihat sebagai garis cahaya di langit, fenomena itu disebut meteor. Jika sebagian batuan berhasil bertahan dan mencapai permukaan Bumi, maka disebut meteorit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....