NASA Ungkap Mengapa Permukaan Asteroid Bennu Begitu Kasar dan Berbatu
- 18 Mar 2026 15:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Awalnya, para ilmuwan memperkirakan asteroid Bennu memiliki permukaan halus seperti pantai.
- Misi OSIRIS-REx justru menemukan permukaan kasar penuh bongkahan batu besar.
- Sampel menunjukkan batuan Bennu sangat berpori dan rendah kepadatan, sehingga mampu menyerap energi benturan meteoroid lain tanpa hancur menjadi pasir.
RRI.CO.ID, Houston - Selama bertahun-tahun, para ilmuwan NASA dibuat bingung oleh penampakan fisik asteroid Bennu yang sangat berbeda dari prediksi awal. Namun, berkat analisis sampel oleh misi OSIRIS-REx, teka-teki mengenai permukaan Bennu yang kasar akhirnya terpecahkan.
Pengamatan dari teleskop menunjukkan, asteroid ini seharusnya memiliki permukaan yang mirip dengan pantai di Bumi. Prediksi ini muncul sebelum wahana antariksa OSIRIS-REx tiba di Bennu pada tahun 2018.
Namun, saat tiba di lokasi, tim NASA justru menemukan pemandangan yang mengejutkan. Yakni sebuah dunia yang ‘berantakan’ dan dipenuhi oleh bongkahan batu besar yang tajam.
Berdasarkan hasil penelitian, kunci dari misteri ini terletak pada struktur internal batuan Bennu. Analisis laboratorium terhadap partikel sampel menunjukkan, batuan di asteroid tersebut sangat berpori dan memiliki kepadatan yang rendah.
NASA menggambarkan batuan Bennu bertindak seperti spons. Karena berpori, asteroid ini mampu menyerap energi saat dihantam meteoroid kecil.
Energi benturan tersebut masuk ke dalam pori-pori batuan, bukan menghancurkan permukaan menjadi debu halus atau pasir (regolith). Akibatnya, proses pembentukan lapisan halus di permukaan menjadi terhambat.
Hal ini menjelaskan mengapa Bennu tidak memiliki hamparan pasir seperti yang sebelumnya diperkirakan. Selain porositas yang tinggi, pemindaian X-ray computed tomography (XCT) mengungkap adanya jaringan retakan yang sangat kompleks.
Retakan-retakan ini menjelaskan fenomena ‘inersia termal’ yang sempat mengecoh para ilmuwan. Sebelumnya, data suhu menunjukkan bahwa permukaan Bennu mendingin dan memanas dengan sangat cepat.
Ternyata, retakan di dalam batu besar itulah yang menghambat aliran panas. Sehingga, batu-batu raksasa tersebut berperilaku secara termal seperti butiran pasir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....