Fenomena Langit April: Merkurius Bersinar, Hujan Meteor Lyrid hingga Komet Baru

  • 27 Mar 2026 14:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Merkurius akan tampak paling terang tahun ini pada 3 April 2026, sehingga lebih mudah diamati sebelum Matahari terbit.
  • Hujan meteor Lyrid memuncak 21–22 April, serta komet C/2025 R3 diperkirakan terlihat pada pertengahan hingga akhir April.

RRI.CO.ID, Washington - Sejumlah fenomena langit menarik akan menghiasi langit malam sepanjang April 2026. Mulai dari Merkurius yang tampak paling terang tahun ini, puncak hujan meteor Lyrid, hingga komet baru C/2025 R3.

NASA menyebutkan pada 3 April, Merkurius akan berada pada posisi elongasi terbesar. Yakni jarak tampaknya paling jauh dari Matahari jika dilihat dari Bumi.

Untuk mengamatinya, pengamat langit dapat melihat ke arah timur sebelum Matahari terbit. Merkurius akan tampak sangat rendah di dekat horizon, tepat di atas planet Mars.

Selain itu, hujan meteor Lyrid diperkirakan mencapai puncaknya pada 21 hingga 22 April. Fenomena ini berasal dari sisa-sisa material yang ditinggalkan Komet Thatcher.

Sementara itu, Komet C/2025 R3 juga diperkirakan menjadi salah satu komet paling terang yang muncul tahun ini. Kesempatan terbaik untuk melihat komet tersebut diperkirakan terjadi pada 17 April.

Komet ini akan mencapai jarak terdekat dengan Bumi pada 27 April, sekitar 70 juta kilometer dari Bumi. Para ilmuwan memperkirakan komet tersebut memiliki magnitudo sekitar delapan, sehingga pengamatan kemungkinan memerlukan teleskop atau teropong binokular.

Komet C/2025 R3 akan terlihat di langit timur menjelang fajar dari pertengahan hingga akhir April bagi Belahan Bumi Utara. Sementara itu, pengamat di Belahan Bumi Selatan dapat melihatnya pada malam hari pada awal Mei.

Selain fenomena tersebut, fase Bulan sepanjang April juga akan mengalami beberapa perubahan. Yakni purnama pada 1 April, kuartal ketiga 9 April, bulan baru 17 April, dan kuartal pertama 23 April.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....