Misi DART NASA Berhasil Ubah Orbit Asteroid Mengelilingi Matahari
- 07 Mar 2026 11:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Washington - Misi Double Asteroid Redirection Test (DART) NASA yang menabrak asteroid Dimorphos tidak hanya mengubah lintasan asteroid tersebut. Dampak tabrakan ini juga sedikit menggeser orbit pasangan asteroid itu saat mengelilingi Matahari.
Periode orbit sistem asteroid Didymos-Dimorphos mengitari Matahari berubah sekitar 0,15 detik setelah dampak DART pada September 2022. Perubahan kecil ini menandai pertama kalinya objek buatan manusia terbukti mampu mengubah jalur benda langit yang mengorbit Matahari.
Didymos dan Dimorphos merupakan sistem asteroid biner yang saling terikat gravitasi dan mengorbit pusat massa bersama. Karena keterkaitan tersebut, perubahan pada satu asteroid dapat memengaruhi yang lain.
Menurut ilmuwan NASA, Thomas Statler, perubahan orbit yang sangat kecil tersebut tetap memiliki dampak penting. Dalam jangka waktu panjang, pergeseran tersebut dapat berkembang menjadi pembelokan lintasan asteroid yang signifikan.
Dampak DART menghantam Dimorphos dan memuntahkan awan besar puing batuan ke luar angkasa. Asteroid berdiameter sekitar 170 meter itu juga mengalami perubahan bentuk.
Material yang terlontar membawa momentum tambahan yang memperkuat efek tabrakan. Fenomena ini menjadi faktor peningkatan momentum, dalam kasus DART, diperkirakan dua kali lipat dari dorongan pesawat ruang angkasa.
Penelitian sebelumnya menunjukkan, periode orbit Dimorphos mengelilingi Didymos memendek sekitar 33 menit dari siklus awal sekitar 12 jam.
Para peneliti menegaskan, Didymos sendiri tidak berada pada jalur tabrakan dengan Bumi. Selain itu, misi DART juga tidak mungkin membuatnya menuju ke arah tersebut.
Namun, hasil ini menunjukkan potensi teknik kinetic impactor (menabrakkan pesawat ruang angkasa ke asteroid) sebagai metode pertahanan planet. Terutama jika suatu hari ditemukan asteroid berbahaya yang mengarah ke Bumi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....