Peran Hidro-oseanografi Penting dalam Kajian Amdal Kelautan

  • 17 Mar 2026 10:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - BRIN menekankan pentingnya ilmu hidro-oseanografi dalam penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) sektor kelautan. Pemanfaatan ilmu ini dinilai krusial untuk memahami dinamika laut sehingga analisis dampak lingkungan dapat dilakukan secara lebih akurat dan komprehensif. Hal tersebut disampaikan oleh Widodo Pranowo, peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, dalam diskusi ilmiah, Kamis, 12 Maret 2026.

Dalam paparannya, Widodo menjelaskan bahwa penyusunan kajian amdal pada sektor kelautan tidak dapat dilepaskan dari pendekatan ilmiah yang kuat karena melibatkan berbagai parameter fisik laut yang kompleks. Oleh karena itu, pemahaman mengenai dinamika laut dan interaksi antara laut, atmosfer, dan daratan menjadi sangat penting dalam memprediksi dampak suatu kegiatan pembangunan di wilayah pesisir.

Menurutnya, tujuan utama amdal adalah memastikan kegiatan pembangunan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Selain itu, amdal juga bertujuan mencegah kerusakan lingkungan sekaligus memastikan pembangunan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ketika berbicara tentang studi amdal di sektor kelautan, maka ini adalah hard science karena harus berhadapan dengan berbagai parameter laut seperti batimetri atau kedalaman laut, suhu, salinitas, tekanan, dinamika permukaan laut, pasang surut, gelombang, arus, hingga kualitas air,” Widodo menjelaskan.

Ia menambahkan, konsep pembangunan berkelanjutan dalam kajian lingkungan mensyaratkan terpenuhinya tiga aspek utama secara bersamaan, yakni keberlanjutan lingkungan, manfaat sosial bagi masyarakat, serta keuntungan ekonomi.

“Suatu kegiatan baru dapat dikatakan berkelanjutan apabila ketiga aspek tersebut terpenuhi secara seimbang,” ujarnya,

Widodo juga mengatakan bahwa kajian hidro-oseanografi penting untuk memprediksi dampak pembangunan di wilayah pesisir dan laut. Kajian ini dibutuhkan dalam berbagai kegiatan seperti pembangunan pelabuhan, pengeboran minyak dan gas lepas pantai, pemasangan pipa dan kabel bawah laut, hingga pengembangan kawasan strategis pesisir.

Dalam penyusunan amdal, para peneliti perlu mengidentifikasi komponen kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Pada pembangunan pelabuhan misalnya, tahap konstruksi seperti reklamasi lahan, pembangunan dermaga, serta pengerukan kolam dan alur pelayaran dapat memengaruhi kondisi laut, mulai dari perubahan batimetri dan garis pantai, peningkatan kekeruhan air, hingga gangguan terhadap ekosistem dan aktivitas perikanan.

Untuk menganalisis dampak tersebut secara ilmiah, pengumpulan data kelautan dan iklim menjadi tahapan penting dalam kajian hidro-oseanografi. Data yang dibutuhkan meliputi data iklim seperti curah hujan, angin, dan kondisi atmosfer, serta data oseanografi seperti batimetri, pasang surut, arus laut, dan gelombang.

Ia menjelaskan bahwa data tersebut dapat diperoleh melalui pengukuran langsung di lapangan maupun dari sumber data sekunder yang tersedia di berbagai lembaga. Pengukuran lapangan misalnya dilakukan dengan menggunakan instrumen seperti multibeam echosounder untuk batimetri atau Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) untuk mengukur arus laut. Sementara data sekunder dapat diperoleh dari lembaga seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), maupun pusat data kelautan internasional.

Melalui analisis data tersebut, peneliti dapat memprediksi dampak penting yang mungkin terjadi akibat suatu kegiatan pembangunan, baik dampak positif maupun negatif. Hasil analisis tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan guna meminimalkan dampak negatif terhadap ekosistem maupun masyarakat pesisir.

Widodo berharap pemanfaatan ilmu hidro-oseanografi dalam kajian AMDAL dapat semakin diperkuat. Dengan demikian, kegiatan pembangunan di wilayah pesisir dan laut dapat dilakukan secara lebih terencana, berbasis data ilmiah, serta mendukung pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan. (frw, kf/Ed: MM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....