Ilmuwan NASA Ungkap Kemiripan Kerucut Skoria di Bumi dan Mars
- 05 Mar 2026 10:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Pasadena – Sejak 1970-an, para ahli geologi planet telah mengetahui bahwa bentang alam Mars didominasi fitur vulkanik. Sebagian besar gunung berapi di Mars terbentuk dari erupsi efusif basaltik.
Erupsi ini merupakan letusan relatif tenang yang menghasilkan aliran lava cair dan menyebar luas di permukaan. Jenis vulkanisme ini diyakini paling umum terjadi di Planet Merah.
Namun, sebagian kecil alam Mars terbentuk dari letusan eksplosif yang menghasilkan kerucut vulkanik, aliran piroklastik, dan hujan abu. Sehingga, minimnya fitur vulkanik eksplosif di Mars telah lama membingungkan ilmuwan.
Hal ini karena tekanan atmosfer Mars rata-rata 160 kali lebih rendah dari Bumi dan memiliki gravitasi hanya sepertiganya. Sehingga, ilmuwan memprediksi letusan eksplosif secara teori seharusnya lebih mudah terjadi di Mars.
Oleh karena itu, keberadaan kerucut vulkanik di wilayah Ulysses Colles, kawasan Tharsis, menjadi temuan yang menarik para peneliti. Kerucut tersebut diduga merupakan kerucut skoria, indikasi jelas aktivitas vulkanik eksplosif.
Sebagai perbandingan, citra dari instrumen OLI pada Landsat 8 menangkap kerucut serupa di San Francisco Volcanic Field, Arizona. Mereka menilai kedua lokasi memiliki kemiripan geologis kuat, termasuk keberadaan graben, blok kerak yang turun membentuk cekungan memanjang.
Pada kedua lokasi, kerucut skoria tampak sebagai bukit bundar dengan kawah melingkar di puncaknya. Aliran lava menyebar sebagai area gelap bertekstur di sekeliling dasar kerucut.
Di Bumi, kerucut skoria terbentuk ketika magma kaya gas terlontar ke udara, membeku menjadi butiran kecil, kemudian menumpuk. Meski prosesnya serupa, terdapat perbedaan penting antara Mars dan Bumi.
Kerucut skoria di Mars umumnya lebih tinggi, lebih lebar, dan memiliki lereng lebih landai. Hal ini mengingat gravitasi dan tekanan atmosfer Mars memungkinkan material letusan terlontar lebih tinggi dan jauh.
Jumlah kerucut skoria di Bumi mencapai puluhan ribu dan mencakup sekitar 90 persen gunung berapi daratan. Di Mars, sejauh ini ilmuwan baru mengidentifikasi puluhan hingga beberapa ratus kandidat.
Meski demikian, para ilmuwan mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam membandingkan geologi Bumi dan Mars. Beberapa fitur yang tampak seperti kerucut skoria bisa saja merupakan gunung lumpur atau terbentuk melalui proses berbeda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....