Simak Delapan Fenomena Langit Sepanjang Maret 2026, Catat Tanggalnya

  • 03 Mar 2026 12:14 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Tidak terasa waktu kian berlalu, tahun 2026 sudah memasuki bulan Maret. Langit malam akan segera diwarnai sederet fenomena astronomi menarik yang sayang untuk dilewatkan.

Sepanjang Maret 2026, langit akan disuguhi berbagai peristiwa mulai dari gerhana bulan total atau blood moon. Diantarnya pertemuan Venus dan Saturnus, hingga momen bulan melintas dekat gugus bintang Pleiades dan bintang terang Regulus.

Sejumlah fenomena ini bahkan berpeluang bisa dilihat dari Indonesia, terutama saat cuaca cerah dan langit bebas polusi cahaya. Melansir berbagai sumber, berikut adalah daftarnya.

  • 1. Tanggal 3 Maret: Gerhana Bulan Total

Pada 3 Maret akan hadir Bulan Purnama "Worm Moon". Tahun ini akan sangat istimewa karena bulan akan mengalami gerhana total.

Dalam fase total, bulan tidak akan menghilang dari pandangan. Sebaliknya, satelit alami bumi itu berubah warna menjadi jingga tembaga akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer bumi.

Fenomena ini kerap disebut sebagai Blood Moon. Namun secara ilmiah, warnanya lebih menyerupai tembaga ketimbang merah darah pekat.

Gerhana bulan total ini dapat disaksikan dari sebagian besar wilayah Amerika Utara, Asia, dan Oseania. Dengan waktu pengamatan menyesuaikan zona masing-masing, gerhana ini juga bisa disaksikan di Indonesia sekitar pukul 18.30 WIB.

  • 2. Tanggal 7 dan 8 Maret: Konjungsi Venus dan Saturnus

Venus dan Saturnus bertemu rendah di langit barat pada malam ini. Konjungsi dapat diamati dengan teropong pada pukul 19:15, sementara teleskop kecil akan memperlihatkan cincin Saturnus yang sejajar.

  • 3. Tanggal 18 Maret: Bulan Baru

Malam ini, bulan tampak tidak terlihat di langit. Namun sebenarnya bulan baru dan hanya tersembunyi dari pandangan kita.

Ini adalah malam yang sempurna untuk mengamati bintang. Pada mala mini lebih banyak galaksi terlihat dari Maret hingga pertengahan Mei, terutama pada awal malam hari.

  • 4. Tanggal 19 dan 20 Maret: Bulan Bertemu Venus

Sekitar pukul 19:15 pada tanggal 19, bulan sabit bertemu dengan Venus. Carilah Venus di kiri atas bulan, rendah di langit barat.

Kemudian pada malam berikutnya, 20 Maret, Venus tampak menggantung di bawah bulan. Fenomena langit ini sangat indah jika dilihat.

  • 5. Tanggal 20 Maret: Ekuinoks Musim Semi

Ekuinoks Maret 2025 akan terjadi pada 20 Maret 2025, pukul 16.01 WIB. Fenomena ini menandai saat matahari melintasi ekuator langit, bergerak dari belahan bumi selatan ke belahan bumi utara.

Peristiwa ini juga menandai awal musim semi di belahan bumi utara. Dan musim gugur di belahan bumi selatan.

  • 6. Tanggal 22 Maret: Bulan Dekati Pleiades

Pada 22 Maret, bulan sabit tipis akan melintas dekat Pleiades. Salah satu gugus bintang paling terang dan paling mudah dikenali di langit malam. Fenomena ini bisa diamati di langit barat sesaat setelah cahaya senja mulai meredup. Sekitar 60 hingga 90 menit setelah matahari terbenam.

Pleiades kerap tampak seperti sekumpulan titik cahaya kecil yang rapat. Di Indonesia, momen ini berpotensi menjadi salah satu pemandangan langit yang cantik karena bulan sabit yang tipis akan terlihat berdampingan.

  • 7. Tanggal 26 dan 27 Maret: Jupiter Bertemu Bulan

Menjelang akhir bulan, Jupiter akan tampak berdekatan dengan bulan cembung pada malam 26 hingga 27 Maret. Keduanya akan terlihat menghiasi langit barat daya dan dapat diamati sejak selepas matahari terbenam.

Fenomena ini cukup dinikmati dengan mata telanjang karena Jupiter merupakan salah satu planet paling terang di langit malam. Sebelum itu, pengamat juga bisa mencoba menangkap Venus yang tampak rendah dekat horizon barat saat senja.

  • 8. Tanggal 29 Maret: Okultasi Regulus oleh Bulan

Pada malam 29 hingga 30 Maret, bulan akan tampak sangat dekat dengan Regulus. Yaitu bintang terang yang menjadi salah satu penanda utama rasi Leo.

Di sejumlah wilayah Afrika, Asia, dan Eropa, fenomena ini bahkan akan berubah menjadi okultasi bulan. Yakni saat bulan melintas tepat di depan Regulus sehingga bintang itu seolah menghilang sesaat dari pandangan.

Karena sebagian wilayah Asia masuk dalam jalur pengamatan. Fenomena ini berpotensi menjadi salah satu peristiwa langit menarik di penghujung Maret.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....