Fenomena Langit Agustus 2026 Semarak, Gerhana dan Hujan Meteor Siap Menghiasi
- 04 Agt 2026 13:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gerhana Matahari total dan hujan meteor Perseid memuncak pada 12 Agustus.
- Venus tampak sangat terang setelah Matahari terbenam pada pertengahan Agustus.
- Gerhana Bulan sebagian terjadi 27 hingga 28 Agustus.
RRI.CO.ID, Jakarta – NASA mengungkap sejumlah fenomena langit yang dapat diamati sepanjang Agustus 2026. Mengutip lamannya, Selasa, 4 Agustus 2026, peristiwa yang menjadi sorotan antara lain gerhana Matahari total dan hujan meteor Perseid.
Venus juga akan tampak terang setelah Matahari terbenam, disusul gerhana Bulan sebagian pada akhir Agustus. Gerhana Matahari total akan berlangsung pada 12 Agustus mendatang.
Fenomena itu akan melintasi wilayah Rusia bagian utara, Greenland, Islandia, Spanyol bagian utara, serta sebagian Portugal. Di sejumlah wilayah Amerika Serikat, mulai Alaska hingga North Carolina, gerhana hanya akan terlihat sebagian.
Pada malam yang sama, hujan meteor Perseid diperkirakan mencapai puncaknya hingga dini hari 13 Agustus. Fenomena tahunan tersebut terjadi ketika Bumi melewati jalur debu yang ditinggalkan Komet Swift-Tuttle.
Hal ini membuat partikel debu terbakar saat memasuki atmosfer dan menghasilkan kilatan cahaya. NASA menyebut kondisi langit akan mendukung pengamatan Perseid karena Bulan baru juga terjadi pada 12 Agustus.
Pengamat disarankan mencari lokasi yang gelap dan terbuka serta mengarahkan pandangan ke langit timur laut setelah benar-benar gelap. Sementara itu, Venus mencapai elongasi timur maksimum pada 14 hingga 16 Agustus.
Planet tersebut akan tampak sangat terang dan terlihat rendah di langit barat sesaat setelah Matahari terbenam. Menutup rangkaian fenomena langit Agustus, gerhana Bulan sebagian terjadi pada malam 27 hingga 28 Agustus.
Fenomena ini dapat diamati dari sebagian besar Amerika Utara dan Selatan, serta sejumlah wilayah Eropa dan Afrika. Saat gerhana mencapai puncaknya, sekitar 93 persen diameter Bulan akan berada di dalam bayangan inti Bumi atau umbra.
Permukaan Bulan tidak sepenuhnya tertutup dan dapat terlihat lebih gelap dengan rona kemerahan atau tembaga. NASA mengingatkan masyarakat untuk menggunakan kaca mata gerhana bersertifikat atau alat pengamat matahari yang aman saat menyaksikan gerhana matahari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....