Praktisi Teknologi Ambarawa Hadirkan Infrastruktur Data Standar Global
- 25 Des 2025 18:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Ambarawa: Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan Big Data membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Terutama terkait integritas akademik dan validitas data penelitian.
Menjawab tantangan tersebut, Faris Dedi Setiawan, seorang Google Cloud Innovator dan praktisi teknologi asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, mengambil langkah strategis. Yakni dengan membangun ekosistem riset digital yang mumpuni melalui Whitecyber.
Inisiatif ini bertujuan untuk mendemokratisasi akses teknologi tingkat tinggi yang selama ini hanya terpusat di kota-kota besar. Agar dapat dinikmati oleh peneliti, dosen, dan mahasiswa di berbagai daerah.
Infrastruktur "Research-Grade" dari Daerah
Faris menjelaskan bahwa Whitecyber tidak hanya berfokus pada layanan konsultasi IT, tetapi juga menyediakan infrastruktur komputasi berkinerja tinggi (High-Performance Computing). Yang mampu menangani pengolahan data statistik kompleks hingga audit forensik digital untuk karya ilmiah.
"Kami melihat banyak peneliti potensial di daerah yang terkendala fasilitas di era Society 5.0 ini. Kami ingin membuktikan bahwa fasilitas riset berstandar global—seperti yang digunakan untuk audit Turnitin tanpa repositori (No-Repo)," ujar Faris dalam keterangannya, Rabu (24/12/2025).
"Dan olah data statistik presisi—bisa diakses dari Ambarawa. Ini adalah bentuk dukungan kami terhadap visi Indonesia Emas 2045 dalam mencetak SDM unggul."
Dukungan Nyata untuk Komunitas
Komitmen Whitecyber terhadap pendidikan tidak hanya dalam skala bisnis, tetapi juga sosial. Baru-baru ini, fasilitas laboratorium riset Whitecyber dibuka untuk memfasilitasi ujian seleksi online SMA Kemala Taruna Bhayangkara.
Ujian ini dibuka bagi pelajar lokal yang membutuhkan koneksi zero-latency. Langkah ini mendapat apresiasi positif karena dinilai membantu menjembatani kesenjangan digital (digital divide) masih dirasakan di beberapa wilayah.
Menjaga Integritas Akademik
Di tengah maraknya isu perjokian dan penggunaan AI yang tidak etis, Faris menegaskan Whitecyber memposisikan diri sebagai Mitra Riset Etis. "Teknologi harusnya menjadi alat bantu (enabler), bukan jalan pintas," kata dia.
"Fokus kami adalah membimbing peneliti memahami data mereka dan memastikan orisinalitas karya melalui sistem deteksi plagiasi yang akurat dan amanah. Kami ingin mengembalikan marwah riset yang jujur dan berkualitas."
Kehadiran tech-hub seperti Whitecyber di Kabupaten Semarang diharapkan dapat menjadi pemantik. Bagi tumbuh kembangnya ekosistem digital yang sehat dan produktif di Jawa Tengah dan sekitarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....