Cara Tanam yang Tepat Bibit Alpukat Introduksi

  • 06 Des 2025 23:36 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Buah Alpukat juga pada dasarnya memiliki banyak sekali faedah untuk kebugaran tubuh kita. Kandungan serat dan lemak tak jenuhnya mampu menjadi menu sarapan diet kamu.

Vitamin E yang tinggi, dapat diolah menjadi masker wajah, lulur, hingga sabun kecantikan yang dapat menjaga kesehatan kulitmu. Kandungan vitamin C, A, dan B sangat baik untuk sehehatan mata dan tulang.

Buah Alpukat juga bisa dijadikan obat herbal untuk menurunkan demam dan menurunkan kolesterol yang tinggi. Jika anda tertarik untuk menanam alpukat, bisa memulai menanam dengan cara berikut.

Proses Menanam Alpukat

1. Pilih Bibit Unggul

Hal pertama dalam proses menanam buah alpukat adalah memilih bibit unggul. Pemilihan bibit merupakan modal utama seperti pondasi awal dalam membuat sebuah bangunan.

Pilih bibit yang sehat; daun hijau, tidak ada gejala-gejala terserang hama atau penyakit. Batang tanaman kuat dan tidak loyo, serta perakarannya banyak dan basah.

2. Siapkan Lahan Tanam

Proses dalam menanam alpukat pluwang selanjutnya adalah menyiapkan lahan tanam. Usahakan lahan yang kamu pilih bebas dari sampah, tanaman-tanaman gulma parasit, serta bebatuan yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

Pastikan pula lahan yang kamu pilih juga memiliki intensitas cahaya matahari yang cukup, supaya dapat membantu fotosintesis tanaman.

Lahan tanam juga harus tanah yang gembur, cangkul lahan tanam 2-3 kali untuk menggemburkan tanah. Penggemburan tanah berfungsi agar akar tanaman dapat meresap air ataupun unsur hara pada tanah.

Tanah yang kering, menjadikan akar tanaman kesulitan dalam meresap air dan unsur hara.

3. Buat Lubang Tanam

Proses menanam alpukat selanjutnya adalah membuat lubang tanam. Buat lubang tanam dengan jarak tanam kira-kira 6×6 meter dengan diameter lubang dan kedalaman lubang kira-kira 50cm sampai 70cm, atau sesuaikan dengan ukuran bibit dan luas lahan tanam.

Pisahkan tanah galian, lalu campur tanah galian tersebut dengan pupuk organik, dan sedikit sekam (kulit padi). Gunakan pupuk organik yang sudah kering atau sudah difermentasikan.

Penggunaan sekam dianjurkan untuk membantu proses peresapan air pada nantinya. Untuk hasil yang lebih ideal, gunakan sekam bakar atau cocopeat.

4. Tanam Bibit Alpukat

Selanjutnya, proses menanam alpukat adalah dengan menanam bibit alpukat. Letakkan bibit pada lubang tanam yang telah dibuat, tepat di tengah-tengah.

Timbun dengan tanah yang sudah dicampurkan pupuk organik dan sedikit sekam, lalu tekan pelan-pelan hingga bibit dapat berdiri tegak. Setelah ditanam, siram sedikit dengar air.

5. Bila Perlu, Buat Ajir atau Peyangga pada Tanaman

Ajir atau kayu penyangga berfungsi menjaga kestabilan tanaman agar tidak mudah miring, atau bahkan tumbang ketika terkena terpaan angin kencang atau hujan yang lebat. Gunakan ajir dari bambu atau kayu dengan tinggi kira-kira 1 meter- sampai 1,5 meter. Tancap ajir di dekat bibit yang sudah ditanam, lalu ikat dengan tali rafia. Jangan terlalu kencang, namun jangan juga terlalu kendur.

Penggunaan ajir dilakaukan pada satu tahun penanaman. Jika dirasa tanaman sudah cukup kuat, dan tumbuh tegak lurus dengan baik, ajir dapat dicabut dan tanaman tidak memerlukan lagi ajir atau kayu penyangga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....