Pelatihan AI UNISMUH Makassar Perkuat Kompetensi Guru SD

  • 28 Nov 2025 17:39 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar: Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dalam Pendekatan Deep Learning” di SD Runiah School, Kamis (27/11/2025). Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat literasi kecerdasan buatan para guru sekolah dasar dalam menghadapi kurikulum baru.

Kegiatan tersebut menghadirkan Guru Besar Pendidikan Fisika Unismuh, Prof. Nurlina, serta dosen Teknologi Pendidikan Unismuh, Akram, S.Pd., M.Pd. Para guru dan pendidik dasar mengikuti pelatihan yang dipandu moderator Khaerunisa Tahir. Selain pemaparan materi, acara ini juga menghadirkan sesi diskusi tentang penerapan teknologi dalam pembelajaran.

Dalam materinya, Prof. Nurlina menegaskan urgensi pemahaman kecerdasan buatan bagi pendidik tingkat dasar. “AI adalah teknologi yang mampu memecahkan masalah layaknya manusia dan akan menjadi kompetensi masa depan peserta didik,” ujarnya. Ia menyebut materi AI diproyeksikan masuk dalam kurikulum SD mulai tahun ajaran 2025–2026 sehingga guru perlu bersiap sejak dini.

Prof. Nurlina juga menjelaskan bahwa pendekatan deep learning bukan kurikulum baru, namun metode belajar yang menekankan pemahaman konseptual, pemikiran reflektif, serta kesadaran penuh terhadap proses belajar. Integrasi AI dalam pembelajaran, menurutnya, memungkinkan terciptanya pengalaman belajar yang lebih bermakna dan kontekstual.

Sementara itu, Akram menyoroti tantangan guru menghadapi era Revolusi Industri 5.0 yang menuntut penguasaan teknologi. “Deep learning berbasis AI penting untuk dipahami agar guru dapat melihat teknologi sebagai alat bantu, bukan ancaman,” katanya. Ia menambahkan bahwa AI dapat memperkuat personalisasi belajar dan membantu otomatisasi tugas administrasi guru.

Dalam sesi lanjutan, Prof. Nurlina memaparkan kerangka pembelajaran mendalam yang meliputi olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga. Ia menekankan pentingnya penggunaan teknologi digital untuk mendukung kegiatan belajar yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman. AI, katanya, mampu menyediakan data kaya yang membantu siswa memahami konsep secara lebih utuh.

Di akhir kegiatan, Akram kembali menekankan peran guru dalam pembelajaran berbasis deep learning. “Guru harus memberi ruang kepada siswa untuk bereksplorasi, mengambil risiko, dan mengembangkan kreativitas,” ujarnya. Menurutnya, guru kini berperan sebagai fasilitator dan kolaborator dalam proses belajar.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan memperkuat kesiapan para guru sekolah dasar dalam menyambut implementasi materi kecerdasan buatan pada kurikulum baru. Para peserta menyampaikan antusiasme dan berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan untuk memperluas kompetensi digital pendidik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....