Siap Digelar, OlympicAD DIY 2025 Diikuti 1.681 Peserta

  • 20 Nov 2025 22:49 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Menjunjung tinggi semangat berkompetisi, berdasarkan nilai-nilai perjuangan dari para pendahulu, Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi menyelenggarakan Olympiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) tingkat DIY. Kompetisi akan berlangsung selama dua hari, pada Jum’at - Sabtu, 22–23 November 2025.

Sebanyak 1.681 peserta dari berbagai perwakilan dari Kabupaten/Kota atau Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-DIY, dari seluruh jenjang sekolah/madrasah Muhammadiyah yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan pelajar sekolah/madrsah Muhammadiyah se-DIY akan mengikuti 27 cabang lomba.

Ketua panitia OlympicAD DIY VIII Sarjilah mengatakan, event dua tahunan yang digelar di tingkar wilayah ini untuk mempersiapkan peserta terbaik yang akan mewakili DIY pada OlympicAD Nasional tahun 2026 yang akan berlangsung di Makassar, 12-14 Februari 2026.

Nantinya, dari 27 cabang lomba diharapkan bisa mengirimkan 550 peserta akan mewakili DIY pada OlympicAD Nasional tahun 2026.

Pada tingkat wilayah, nantinya akan berlangsung di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Kampus 1B.

"Olympiade Ahmad Dahlan ini merupakan tradisi besar yang diwariskan para pendahulu Muhammadiyah, dengan semangat berkompetisi yang berdasarkan nilai-nilai perjuangan harus menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh peserta. Begitu pula nanti, nilai rtika kejujuran dan sportivitas demi membangun persaingan yang sehat," kata Sarjilah, di Kantor PWM DIY, Kamis (20/11/2025).

Juri pada OlympicAD tingkat wilayah ini melibatkan internal Muhammadiyah, serta Perguruan Tinggi lainnya seperti MMTC, maupun Balai Besar Pengembangan Pendidikan Mutu Pendidikan Vokasi Seni dan Budaya, hingga melibatkan UPT Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

"Dengan kolaborasi ini, kita ingin menciptakan atmosfer yang akademis untuk Daerah Istimewa Yogyakarta, di mana kita tahu barometer kemajuan pendidikan di Indonesia ini sangat ditentukan bagaimana Yogyakarta mewarnai kemajuan pendidikan di Indonesia," ujar Sarjilah.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DIY Achmad Muhamad menyampaikan, bahwa OlympicAD bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi bagian dari tradisi besar dalam sejarah Muhammadiyah.

Sejak era 1925-an, kompetisi yang dulu dikenal sebagai Congres Moerid telah menjadi ruang untuk merajut silaturahim sekaligus menumbuhkan semangat kompetisi.

"Olympiade merupakan tradisi besar yang diwariskan para pendahulu Muhammadiyah. Semangat berkompetisi yang berdasarkan nilai-nilai perjuangan harus menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh peserta. Begitu pula nilai etika kejujuran dan sportivitas demi membangun persaingan yang sehat," ujar dia.

Penyelenggaraan OlympicAD tingkat DIY tahun ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan kafilah yang akan mewakili Yogyakarta pada OlympicAD Nasional 2026 di Makassar. Achmad berpesan, pentingnya proses pembinaan yang menyeluruh agar kontingen DIY dapat tampil optimal di kancah nasional.

“Dinamika yang hadir dalam olimpiade ini mesti diselesaikan dengan baik sebagai satu kesatuan utuh dari proses pembelajaran. Sejatinya, yang berprestasi bukan hanya mereka yang menjadi juara, melainkan mereka yang berani untuk berkompetisi,” kata Achmad.

Dengan terselenggaranya OlympicAD DIY 2025, Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY berharap, kegiatan ini menjadi penyemai potensi generasi muda Muhammadiyah yang unggul, berkarakter, dan mampu berkontribusi secara luas bagi persyarikatan maupun bangsa.

OlympicAD tingkat wilayah DIY 2025 bertujuan memperkuat silaturahim antar sekolah/madrasah Muhammadiyah, meningkatkan semangat berprestasi dalam bidang akademik, seni, olahraga, dan keislaman, serta menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir bibit-bibit unggul yang siap mengharumkan nama DIY di tingkat nasional, sekaligus memperkuat posisi sekolah/madrasah Muhammadiyah sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul dan berkemajuan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....