MBS Berbasis KPI Resmi Diluncurkan, Ukur Mutu Sekolah Muhammadiyah di DIY

  • 02 Jun 2026 16:35 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola dan mutu pendidikan di lingkungan Muhammadiyah Yogyakarta, Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meluncurkan Muhammadiyah Balanced Scorecard (MBS). Implementasi ini menjadi instrumen penilaian kinerja sekolah atau madrasah Muhammadiyah berbasis Key Performance Indicators (KPI).

Ketua Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY, Achmad Muhamad mengatakan, Muhammadiyah Balanced Scorecard merupakan instrumen yang telah dipersiapkan secara sistematis dan telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Menurutnya, hal ini sebagai bentuk implementasi dalam mewujudkan sekolah unggul berkemajuan di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah khususnya di DIY.

"Dengan langkah-langkah yang sistematis yang menyeluruh, seluruh sekolah madrasah kita akan bangun secara sistematis, untuk terus tumbuh berkembang. Ada lima kategori sekolah yang nanti hasil penilaian dari KPI ini yakni pertama Sekolah Bertumbuh, Sekolah Berkembang, baru kemudian Sekolah Unggul Pratama, Sekolah Unggul Madya, dan Sekolah Unggul Utama," katanya dalam laporan kegiatan yang digelar di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Selasa, 2 Juni 2026.

Ahmad menegaskan, sistem ini dirancang untuk membantu setiap sekolah berkembang berdasarkan baseline yang dimiliki. Sehingga sekolah yang masih berada pada kategori tumbuh bisa terdorong untuk naik kelas.

"Tidak perlu silong bagi sekolah yang saat ini ada di sekolah bertumbuh atau berkembang untuk tetap bersama-sama secara sistematis mengembangkan diri, berbasis best line yang ada pada saat ini," katanya, menambahkan.

Ketua Majelis Dikdasmen PNF Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Didik Suhardi mengapresiasi hadirnya inovasi yang dilakukan dalam upaya memajukan pendidikan di Indonesia khususnya di lingkungan Muhammadiyah. Menurutnya, dengan adanya MBS ini kinerja sekolah khususnya di Yogyakarta bisa terukur.

"Tentu ini akan sangat baik untuk melihat secara kuantitatif. Sejauh mana kumpulan-kumpulan keberhasilan yang sudah dicapai dengan tercet target-target yang jelas dan terukur," ucapnya.

Didik menyampaikan, penilaian yang dilakukan melalui MBS berbasi KPI di madrasah Muhammadiyah ini tidak terlepas dari delapan indikator Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagai acuan. Sedangkan Muhammadiyan memiliki kurikulum sendiri, yakni Kurikulum Satuan Pendidikan Muhammadiyah (KSPM) yang merupakan gabungan antara Kurikulum Nasional dan kekhususan dari pendidikan Muhammadiyah di seluruh tanah air.

Hadirnya instrumen berbasis KPI ini sangat penting, hanya saja Didik memberikan catatan terutama dalam instrumen yang dibuat tetap mempertimbangkan ruh pendidikan Muhammadiyah. Salah satunya dicontohkan khusus untuk pendidikan SD bisa lebih diperbanyak pada penguatan karakter.

"Walaupun karakter ini kalau diukur dengan cara kuantitatif memang agak sulit, karena memang karakter itu lebih banyak pada indikator-indikator yang sifatnya kualitatif bukan kuantitatif," ucapnya.

Sementara itu, Ketua PWM DIY, Muh. Ikhwan Ahada menyampaikan, bagi persyarikatan, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu dari guru kepada murid. Tetapi sebuah proses pengasuhan atau tarbiyah dan pembentukan adab yang berlandaskan tauhid, meneladani teologi Al-Ma'un yang diajarkan KH Ahmad Dahlan.

"Mbah Dahlan memberikan inspirasi bahwa ilmu itu harus berlandaskan tauhid, tidak membuat manusia sombong, mengoptimalkan akal budi, dan mengombinasikan ilmu dengan amal. Maka afeksinya harus diukur. Strong point kita ada pada nilai kualitatif tersebut," urai Ikhwan.

Selain peluncuran Muhammadiyah Balanced Scorecard (MBS), pada kegiatan yang berlangsung di Grha As Sakinah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dan diikuti kepala sekolah/madrasah Muhammadiyah se-DIY ini, juga berlangsung Seminar Pendidikan dengan tema transformasi tata kelola kinerja sekolah Madrasah Muhammadiyah DIY berbasis KPI, serta Penandatanganan MoU dengan Marshall Cavendish Education.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....