Praktisi IT Untag Surabaya Ingatkan Bahaya Phising

  • 24 Jun 2025 18:33 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap phising atau penipuan siber yang kini makin marak. Menurut Supangat, praktisi IT Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, modus yang digunakan pelaku kejahatan digital tersebut semakin canggih dan menyerupai layanan resmi.

“Phising sekarang tidak lagi sekadar email berbahasa kacau, tapi sudah menyerupai institusi resmi secara utuh,” kata Supangat, Senin (23/6/2025).

Ia menjelaskan, pelaku mampu meniru logo, alamat email, gaya bahasa, hingga sistem notifikasi digital lembaga perbankan atau instansi pemerintahan. Hal ini membuat masyarakat sulit membedakan mana informasi asli dan mana yang palsu.

Menurutnya, pesan phising sering kali dikirim melalui email, media sosial, atau aplikasi percakapan. Pelaku bahkan menyasar individu dengan pesan bersifat personal dan mendesak agar korban bertindak cepat.

“Biasanya mereka mengaku dari bank atau jasa pengiriman, lalu meminta data pribadi dengan alasan verifikasi,” ujarnya. Ia menegaskan, lembaga resmi tidak pernah meminta PIN, password, atau OTP melalui pesan.

Supangat menyarankan masyarakat untuk selalu memeriksa alamat pengirim dan meneliti tautan sebelum diklik. “Kalau link-nya mencurigakan atau tidak sesuai, sebaiknya jangan dibuka,” katanya.

Ia juga menyarankan penggunaan autentikasi dua faktor serta rutin memperbarui sistem dan aplikasi. Antivirus dengan fitur anti-phising juga penting sebagai lapisan perlindungan tambahan.

Phising termasuk kejahatan siber yang mendominasi laporan ke Kementerian Kominfo. Kerugian akibat aksi ini mencapai miliaran rupiah setiap tahun. Banyak korban baru bermunculan karena kurangnya literasi digital.

“Korban sering kali panik karena diancam akunnya diblokir atau dikirimi notifikasi palsu,” ujar Supangat.

Ia menegaskan, pelaku kerap memanfaatkan tekanan psikologis agar korban segera memberikan data. Edukasi digital di lingkungan keluarga dan masyarakat menurutnya sangat penting. Ia mendorong masyarakat untuk saling mengingatkan dan menyebarkan informasi terbaru soal modus penipuan.

“Jangan anggap sepele. Bahaya phising bisa menimpa siapa saja. Kita harus saling jaga,” ucapnya.

Supangat menambahkan, sikap kritis dan hati-hati adalah bentuk perlindungan utama di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....