Singa Barbary, Raja Hutan Afrika Utara yang Hampir Punah
- 09 Des 2024 14:25 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Bandarlampung: Singa Barbary, subspesies singa yang pernah berkeliaran bebas di Afrika Utara, kini berada di ambang kepunahan. Hewan karismatik ini, yang dikenal dengan ukurannya yang besar dan surai lebat, telah kehilangan habitatnya akibat perburuan liar dan perubahan lingkungan.
Pada masa peradaban kuno hingga abad ke-20 awal, Pegunungan Atlas, Afrika Utara, dikuasai oleh predator buas dan mematikan ini. Dikenal juga sebagai singa Atlas, singa Mesir, dan singa Afrika Utara, kucing besar ini menjadi salah satu predator paling populer dalam sejarah. Pasalnya, selain hidup di alam liar, singa berber dipelihara oleh keluarga kerajaan Afrika Utara dan Maroko.
Populasi singa Barbary di alam liar diperkirakan telah punah pada abad ke-20. Namun, upaya konservasi terus dilakukan untuk mengembalikan keberadaan singa ini melalui program penangkaran dan reintroduksi.
Pada masa kekaisaran Romawi, singa Barbary kerap ditangkap lalu dibawa ke pusat kota untuk dijadikan lawan bertarung para gladiator di Koloseum Roma. Selain itu, mengutip dari The Revelator, singa berber banyak ditemukan di kebun binatang di Eropa. Bahkan, predator tersebut sempat disimpan di London Tower pada abad ke-13.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....