Profil Kandidat Presiden AS Kamala Harris
- 22 Jul 2024 08:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris kini menjadi nominasi calon presiden partai Demokrat AS tahun 2024 menantang Donald Trump. Hal itu terjadi setelah keputusan mengejutkan Joe Biden untuk tidak mencalonkan diri kembali ke Gedung Putih.
Dalam cuitan akun Twitternya yang diunggah beberapa menit setelah keputusannya untuk mundur dari pencalonan. Biden mengatakan, memilih Harris sebagai orang kedua dalam komandonya selama masa jabatannya adalah "keputusan terbaik yang pernah saya buat".
"Hari ini saya ingin memberikan dukungan penuh dan dukungan saya agar Kamala menjadi calon partai kita tahun ini. Demokrat, saatnya bersatu dan mengalahkan Trump," kata Biden seperti diberitakan The Guardian.
Dikutip laman Gedung Putih, Kamala Devi Harris berusia 59 tahun. Ia lahir pada 20 Oktober 1964 di Oakland, California, Amerika Serikat.
Sebagai putri imigran, ia tumbuh dikelilingi oleh komunitas yang beragam dan keluarga besar yang penuh kasih. Ia dan saudara perempuannya, Maya, terinspirasi oleh ibu mereka, Shyamala Gopalan.
Gopalan merupakan seorang ilmuwan kanker payudara dan pelopor yang datang ke Amerika Serikat dari India pada usia 19 tahun. Kemudian menerima gelar doktornya pada tahun yang sama saat Kamala lahir.
Kamala merupakan Jaksa Distrik San Francisco dan Jaksa Agung California, hingga dengan bangga menjabat sebagai Senator Amerika Serikat. Kamala Harris dilantik sebagai Wakil Presiden pada 20 Januari 2021.
Ia merupakan wanita pertama dan warga Amerika kulit hitam pertama. Selain itu, Kamala merupakan warga Amerika Asia Selatan pertama yang terpilih untuk jabatan ini.
Kamala Harris adalah seorang politikus dan pengacara Amerika yang merupakan wakil presiden Amerika Serikat ke-49. Melalui akun Instagram pribadinya, Kamala menyampaikan rasa terima kasih kepada Joe Biden.
Atas kepemimpinannya yang luar biasa sebagai Presiden Amerika Serikat dan atas puluhan tahun pengabdiannya bagi Amerika Serikat. Kamala merasa terhormat atas dukungan Presiden Biden atas dukungannya sebagai calon presiden dari Partai Demokrat.
Ia pun bertekad memenangkan pemilihan presiden AS ini. "Saya akan melakukan segala daya saya untuk menyatukan Partai Demokrat," ucapnya.
"Dan menyatukan bangsa kita untuk mengalahkan Donald Trump dan agenda ekstremnya, Project 2025," kata Kamala. Kamala berharap dukungan rakyat AS dalam pemilihan presiden ini.
"Kita punya 107 hari hingga hari pemilihan. Bersama-sama, kita akan berjuang dan bersama-sama, kita akan menang,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....