KADIN Tegaskan Komitmen Dorong Transisi Energi Berkelanjutan
- 06 Okt 2026 21:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menegaskan, komitmennya terus mendorong transisi energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
- KADIN menilai, transisi energi menjadi salah satu agenda penting yang perlu terus dipercepat.
- Selain percepatan transisi energi, KADIN mendorong pengembangan pasar karbon yang berintegritas tinggi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menegaskan, komitmennya terus mendorong transisi energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Komitmen tersebut menjadi bagian dari kontribusi dunia usaha dalam menghadapi perubahan iklim sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
KADIN menilai, transisi energi menjadi salah satu agenda penting yang perlu terus dipercepat. Kata Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie saat membuka Indonesia International Sustainability Forum (IISF), Selasa, 6 Oktober 2026 di Jakarta.
“Saya ingin menyampaikan lima prioritas utama untuk aksi iklim dan pertumbuhan berkelanjutan, sebagai kontribusi kami terhadap agenda ini. Pertama, kita perlu terus mempercepat transisi energi untuk memperkuat ketahanan energi,” ujarnya menambahkan.
Selain percepatan transisi energi, KADIN mendorong pengembangan pasar karbon yang berintegritas tinggi. Anindya mengatakan, dunia usaha juga perlu mendapat dukungan dalam menjalankan perjalanan menuju target net zero.
“Kedua, kita perlu memperluas pasar karbon yang berintegritas tinggi, ketiga, mendukung perusahaan-perusahaan Indonesia dalam perjalanan mereka menuju net zero. Kemudian,m pengembangan ekonomi sirkular dan waste to energy, serta penguatan kehutanan berkelanjutan,” kata Ketua Umum KADIN Indonesia.
Menurut Anindya, agenda keberlanjutan KADIN juga mencakup pengembangan ekonomi sirkular dan pengolahan sampah menjadi energi. KADIN turut mendorong pengelolaan hutan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat agenda iklim dan pembangunan hijau.
“Dalam hal keterampilan, Indonesian Jobs and Skills Accelerator menemukan 23 dari 34 perusahaan telah melihat transisi hijau sebagai prioritas dalam waktu dekat. Dengan lebih dari 80 persen di antaranya juga menyediakan pelatihan berbasis kerja,” ujarnya.
“Dan dalam aspek modal, Kadin dan BloombergNEF meluncurkan Indonesian Transition Factbook pada tahun 2025.”
Komitmen tersebut sejalan dengan perkembangan investasi energi bersih secara global. Anindya menyebut investasi global dalam transisi energi pada 2025 mencapai rekor USD2,3 triliun.
Di sektor transportasi, belanja global untuk transportasi berbasis elektrifikasi juga menunjukkan peningkatan. Anindya menyebut belanja tersebut mencapai hampir USD900 miliar pada 2025, naik dari USD741 miliar sebelumnya.
Anindya menilai percepatan transisi energi perlu diikuti dengan keterlibatan aktif sektor swasta. Menurutnya, dunia usaha memiliki peran penting dalam mendorong investasi, inovasi, pengembangan teknologi, serta peningkatan kapasitas SDM untuk mendukung ekonomi rendah karbon.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....