Atasi Krisis, Retno Marsudi Ajak Jadikan Air Prioritas Investasi

  • 06 Okt 2026 19:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Urusan Air, Retno Marsudi menyoroti tiga bidang yang dinilai perlu dilakukan di tengah berbagai kendala terkait air dan sanitasi aman.
  • Pada saat yang bersamaan Retno mengajak dunia untuk turut menjadikan air sebagai prioritas investasi.
  • Pada kesempatan itu Retno mengatakan, Konferensi Air PBB 2026 di Abu Dhabi pada Desember mendatang menjadi sangat penting.

RRI.CO.ID, Jakarta - Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Urusan Air, Retno Marsudi menyoroti tiga bidang yang dinilai perlu dilakukan di tengah berbagai kendala terkait air dan sanitasi aman. Salah satunya adalah ketahanan dan resiliensi atau ketahanan air.

“Kita perlu beralih dari krisis air yang terus berlangsung menuju pengelolaan air yang lebih bijaksana, Serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai risiko sebelum risiko tersebut terjadi,” ujar Retno Marsudi saat menyampaikan pidato kunci dalam Indonesia International Sustainability Forum (IISF), Selasa, 6 Oktober di Jakarta.

Retno menambahkan, hal kedua terkait kota yang layak huni dan mobilitas bersih. Menurutnya, transportasi, energi, perumahan, dan berbagai layanan perkotaan lainnya harus bekerja secara terpadu.

“Jika kita ingin kota-kota kita menjadi lebih tangguh dan lebih layak huni. Ketiga, memobilisasi pembiayaan, inovasi, dan talenta,” ucapnya menekankan.

Pada saat yang bersamaan Retno mengajak dunia untuk turut menjadikan air sebagai prioritas investasi. Menurutnya, hal itu sebagai upaya membawa ketiga solusi itu ke dalam skala yang lebih besar.

“Artinya, menjadikan air sebagai prioritas investasi, mengembangkan proyek-proyek yang mampu menarik pembiayaan. Serta memperkuat keterampilan, kelembagaan, dan inovasi yang dibutuhkan untuk mewujudkannya,” kata Menlu RI ke-17 ini menegaskan.

Retno menyebut, pendanaan yang lebih besar saja tidaklah cukup dalam mengatasi krisis air maupun memastikan ketersediaan air dan sanitasi yang aman bagi masyarakat dunia. “Kita membutuhkan kondisi dan kapasitas yang tepat agar investasi dapat memberikan hasil,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Retno mengatakan, Konferensi Air PBB 2026 di Abu Dhabi pada Desember mendatang menjadi sangat penting. Sebab, konferensi yang diselenggarakan Persatuan Emirat Arab (PEA) dan Senegal diharapkan dapat mempercepat kemajuan di bidang air dan sanitasi.

“Diselenggarakan bersama PEA dan Senegal, konferensi ini diharapkan dapat mempercepat kemajuan di bidang air dan sanitasi. Serta membantu menggerakkan agenda air global dari sekadar komitmen menuju aksi nyata dan hasil yang nyata,” katanya.

Secara khusus Retno menyatakan, melalui konferensi ini, Indonesia juga akan menghadirkan peluang konkret untuk membawa pengalaman dan prioritas ke dalam diskusi global. Sekaligus menghubungkan dengan kemitraan, investasi, teknologi, dan pengetahuan yang dapat memperkuat ketahanan air, ketahanan pangan, layanan air, serta pertumbuhan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....