Indonesia Targetkan IEU-CEPA Teken Akhir Oktober, Berlaku Januari 2027
- 06 Okt 2026 13:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Perdagangan Budi Santoso menargetkan IEU-CEPA dapat diberlakukan efektif mulai Januari 2027 setelah melalui tahap penandatanganan pada akhir Oktober 2026.
- Indonesia mengusulkan penggunaan Bahasa Indonesia bersama Bahasa Inggris dalam dokumen resmi perjanjian IEU-CEPA sebagai bagian dari negosiasi yang masih berlangsung.
- Perjanjian IEU-CEPA merupakan kesepakatan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa yang dirancang untuk meningkatkan kemitraan perdagangan bilateral.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan target agar Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dapat diberlakukan mulai Januari 2027. Sebelum masuk tahap pemberlakuan, Indonesia mengejar penandatanganan kesepakatan tersebut pada penghujung Oktober 2026.
Salah satu pembahasan yang masih berlangsung berkaitan dengan bahasa yang akan digunakan dalam naskah perjanjian. Indonesia mengusulkan penggunaan Bahasa Indonesia bersama Bahasa Inggris dalam dokumen IEU-CEPA.
Budi menyebut opsi penggunaan kedua bahasa tersebut mulai terlihat dalam pembahasan bersama Uni Eropa. “Nah, kemarin sudah mulai ada gambaran sih, mudah-mudahan cukup Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris,” ujar Budi di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Selasa, 6 Oktober 2026.
Untuk tahap penandatanganan, Budi mengungkapkan Indonesia bersama Uni Eropa telah membahas target penyelesaiannya. Pelaksanaan penandatanganan juga disebut berpeluang dilakukan di Jakarta.
“Kita kejar karena kemarin sudah kita bertemu dengan seluruh Dubes EU yang dipimpin Pak Menko Perekonomian. Dan kita sepakat bahwa akhir Oktober ini kita selesaikan penandatangannya, kemungkinan di Jakarta,” kata Budi.
Setelah kesepakatan ditandatangani, pemerintah mengejar penyelesaian ratifikasi hingga penghujung Desember 2026. Budi berharap seluruh tahapan tersebut selesai sehingga IEU-CEPA dapat berlaku pada awal 2027.
Budi berharap seluruh tahapan ratifikasi IEU-CEPA dapat diselesaikan hingga penghujung Desember 2026. Target tersebut berkaitan dengan rencana agar perjanjian perdagangan Indonesia-Uni Eropa mulai diterapkan pada Januari 2027.
“Mudah-mudahan akhir Desember selesai, sehingga per Januari sudah berlaku. Jadi kita tidak kena Generalized System of Preferences (GSP) yang sudah berakhir itu pokoknya target utama itu dulu yang akan kita lakukan,” ucap Budi.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meminta penyelesaian IEU-CEPA segera dilakukan. Prosesnya masih mencakup penyempurnaan dokumen yang menjadi bagian dari perjanjian.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kelengkapan dokumen dalam Bahasa Inggris tengah dipersiapkan untuk kebutuhan pembahasan di Parlemen Eropa. Keterangan itu disampaikannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa, 22 September 2026.
“Bapak Presiden juga minta agar IEU-CEPA itu segera diselesaikan. Karena IEU-CEPA diharapkan sekarang dalam proses untuk diproses dalam kelengkapan bahannya dalam Bahasa Inggris untuk dibawa ke Parlemen Eropa,” ujar Airlangga.
Selain versi Bahasa Inggris, dokumen IEU-CEPA juga perlu disiapkan dalam Bahasa Indonesia. Dokumen tersebut kemudian disampaikan kepada DPR untuk mendapatkan proses ratifikasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....