Indofair 2026 Catat Transaksi Rp7,9 Miliar di Suriname
- 03 Okt 2026 23:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paramaribo, Suriname sukses menggelar pameran dagang Indofair ke-22 tahun 2026
- Indofair berhasil menarik minat lebih dari 13.500 pengunjung memadati promosi terpadu di pameran dagang tersebut, dengan jumlah transaksi selama tiga hari diperkirakan tembus senilai Rp7,9 miliar (USD440.518,).
- Pemerintah Suriname memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Indofair 2026
RRI.CO.ID, Jakarta - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paramaribo, Suriname sukses menggelar pameran dagang Indofair ke-22 tahun 2026. Pameran Indofair digelar selama tiga hari, 25 hingga 27 September di Sana Budaya, Paramaribo.
Indofair berhasil menarik minat lebih dari 13.500 pengunjung memadati promosi terpadu di pameran dagang tersebut. Jumlah transaksi selama tiga hari pameran Indofair ke-22 ini diperkirakan tembus Rp7,9 miliar (USD440.518,).
Duta Besar RI, Agus Priono optimis postur kerja sama ekonomi Indonesia dan Suriname akan terus bertumbuh. Bagi Indonesia, Suriname merupakan pintu gerbang menuju kawasan Karibia dan Amerika Selatan.
“Suriname, sebagai pintu gerbang menuju kawasan Karibia dan Amerika Selatan menawarkan peluang menjanjikan bagi mitra-mitra pengusana dan investor dari Indonesia. Kemitraan ekonomi kita memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya digali,” kata Agus seperti dalam keterangan tertulis yang diterima RRI.CO.ID, Sabtu 3 Oktober 2026.
Agus mengatakan Indonesia merupakan salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Indonesia juga merupakan pasar yang menjanjikan bagi investor karena ada 280 juta jiwa penduduk Indonesia.
“Indonesia salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara, dengan pasar lebih dari 280 juta jiwa dan pusat manufaktur yang terus berkembang. Indonesia menawarkan produk-produk kompetitif bagi konsumen dan pelaku usaha di Suriname,” ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Suriname mengapresiasi penyelenggaraan Indofair 2026. Bagi Pemerintah Suriname, Indofair telah menjadi forum untuk dialog, kolaborasi dan kemitraan sekaligus.
“Indofair adalah forum untuk memperkuat kerjasama kedua negara dengan mempertemukan para pengusaha, investor, inovator, dan pemerintah. Pameran ini juga menjadi forum pertemuan antara gagasan dan peluang serta sarana untuk menjalin kemitraan,” kata . Menteri Urusan Ekonomi, Kewirausahaan dan Inovasi Teknologi Suriname Raymond Landveld.
Lebih lanjut Menteri Landveld menjelaskan Indofair menjadi platform dinamis untuk semakin memperkuat hubungan ekonomi, budaya, dan pariwisata antara Indonesia dan Suriname. Peserta pameran sebagian besar merupakan importer produk-produk buatan Indonesia, para pengrajin, dan penggiat kuliner Indonesia di Suriname.
Mereka adalah pengusaha dari sandang, pangan, produk konsumsi rumah tangga pada umumnya, barang elektrik dan sparepart otomotif. Indofair merupakan program KBRI Paramaribo, yang dinanti karena menjadi wadah pertemuan utama bagi para wirausahawan dan profesional Suriname.
Indonfair menjadi ajang untuk meningkatkan koneksi dengan pasar Indonesia dan sebaliknya. Mengusung tema ‘Menghubungkan Budaya, Menciptakan Peluang,’ Indofair 2026 dirancang untuk mendorong kemitraan komersial yang bermakna serta peluang perdagangan.
Indofair 2026 memadukan pameran produk bernilai tambah yang dinamis dengan pertunjukan keragaman seni dan budaya Indonesia yang memukau. Ajang ini menampilkan beragam pilihan produk, baik kategori pangan maupun non-pangan.
Pameran produk non-pangan dengan berbagai kebutuhan penting seperti suku cadang otomotif, termasuk ban kendaraan, aki, filter oli, filter udara, alat pemadam kebakaran. Selanjutnya pompa air rumah tangga, batik, sepatu dan lainnya.
Sementara itu, sektor kuliner menyajikan aneka hidangan autentik Indonesia dan produk kerajinan tangan yang sangat digemari oleh masyarakat Suriname. Pameran Indofair merupakan sarana untuk promosi dengan menghadirkan produk-produk buatan Indonesia.
Selain diplomasi ekonomi, KBRI Paramarbo menjadikan pameran Indofair sebagai sarana untuk mempromosikan kesenian dan kebudayaan Indonesia kepada khalayak di Suriname. Selama tiga hari pameran, pengunjung dimanjakan dengan sederet hiburan. mulai dari pertunjukan Kuda Lumping atau yang lebih populer di Suriname dengan sebutan Jaran Kepang.
Workshop Pencak Silat, peragaan busana, tari dan lagu Indonesia, pertunjukan Wayang Kulit, Gamelan. Aksi panggung kabaret yang mengundang tawa, pertunjukan grop Keroncong, dan menampilkan grup-grup band kenamaan Suriname.
Adapun salah satu peserta pameran, Kartini Wihardja, menyampaikan kegembiaraannya karena produk pakaiannya digemari masyarakat Suriname. Kartini mengaku rajin mengikuti Indofair setiap tahun bahkan stand Keraton Baru miliknya telah mengikuti Indofair sejak pertama kali diselenggarakan.
Kartini mengatakan pelanggan dari Suriname menyukai produk pakaian dan kerajinan miliknya karena kualitas dan modelnya. Kartini adalah salah satu diantara pengusaha Suriname keturunan Jawa, yang sukses di negeri orang.
“Aku seneng tho, iso dodolan nang Indofair lan iso pethuk karo konco-konco sedulur sing wis suwi ora ketemu. (Saya sangat senang bisa berjualan di Indofair serta bertemu dengan teman-teman dan sesama anggota komunitas yang sudah lama tidak saya jumpai),” kata Kartini yang masih fasih berbahasa Jawa.
Kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Suriname, khususnya di bidang perdagangan, memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan dan sangat strategis sebagai pintu gerbang untuk masuk pasar Karibia. Pemerintah Suriname sendiri getol untuk meningkatkan pertubumbuhan ekonomi sehingga Indonfair menjadi wadah strategis untuk memperluas jaringan bisnis di sektor perdagangan dan investasi.
Selain itu, Indofair 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan hubungan diplomatik Indonesia-Suriname, yang genap berusia 50 tahun pada tanggal 24 Januari 2026. Indonesia-Suriname memiliki hubungan yang baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....