Kasus Ebola di Kongo Tembus 8.000, Korban Meninggal Capai 3.901

  • 30 Sep 2026 22:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kasus Ebola di DR Kongo mencapai 8.067 kasus, dengan 3.901 kematian dan tingkat kematian kasus sebesar 48,4 persen.
  • Pelacakan kontak menurun menjadi 79,2 persen, sementara sejumlah kematian terjadi di masyarakat akibat keterlambatan deteksi dan penanganan.
  • Wabah telah menyebar ke 63 zona kesehatan di tujuh provinsi, dengan WHO memperingatkan meningkatnya risiko penularan lintas batas.

RRI.CO.ID, Kinshasa — Kasus Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) telah mencapai 8.067 kasus sejak wabah diumumkan pada pertengahan Mei. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.901 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian kasus mencapai 48,4 persen.

Melansir dari Anadolu, Rabu, 30 September 2026, wabah Ebola telah menyebar ke 63 zona kesehatan di tujuh provinsi. Wilayah terdampak meliputi Haut-Uele, Ituri, Kivu Utara, Kivu Selatan, Bas-Uele, Tshopo, dan South-Ubangi.

Provinsi Ituri masih menjadi pusat wabah dengan menyumbang 76,4 persen dari total kasus kumulatif. Sebagian besar kematian terkonfirmasi terbaru terjadi di masyarakat, bukan di pusat perawatan, terutama di Ituri dan Kivu Utara.

Kondisi tersebut terjadi karena sejumlah kasus terlambat terdeteksi. Keterlambatan penanganan turut meningkatkan risiko penularan dan kematian di luar fasilitas kesehatan.

Upaya pelacakan kontak juga menghadapi kendala, tingkatnya turun menjadi 79,2 persen dari sebelumnya 83,4 persen. Penurunan tersebut menyulitkan upaya menemukan orang yang berpotensi terpapar virus dan memutus rantai penularan.

Penularan yang berkelanjutan masih terjadi di Haut-Uele, sementara penularan kembali tercatat di Tshopo. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan perluasan geografis wabah meningkatkan risiko penularan lintas batas.

South-Ubangi dan Haut-Uele menjadi sejumlah wilayah yang mendapat perhatian karena penyebaran virus terus meluas. WHO juga menyoroti meningkatnya rasio kematian serta jumlah kematian yang terjadi di masyarakat.

Kondisi tersebut menunjukkan tantangan serius dalam mendeteksi dan menangani pasien Ebola secara cepat. Deteksi kasus dan pelacakan kontak menjadi bagian penting dalam upaya mengendalikan wabah.

Perluasan wabah ke sejumlah provinsi juga meningkatkan kekhawatiran terhadap kemungkinan penyebaran ke wilayah lain, termasuk negara-negara tetangga. Otoritas kesehatan dan organisasi internasional terus menghadapi tantangan untuk mengendalikan penularan serta mencegah perluasan wabah di DR Kongo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....