Sekjen PBB Serukan Langkah Konkret Lawan Diskriminasi Rasial

  • 30 Sep 2026 16:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sekjen PBB Antonio Guterres menyerukan tindakan nyata untuk mengatasi dampak perbudakan, kolonialisme, dan diskriminasi rasial melalui keadilan reparatif yang berlandaskan hukum HAM internasional.
  • Guterres memperingatkan teknologi digital dapat memperkuat ujaran kebencian, disinformasi, dan bias AI. Ia meminta pemerintah serta perusahaan teknologi memperkuat upaya melawan diskriminasi dan mendorong inklusi.
  • Amerika Serikat tidak berpartisipasi dalam peringatan 25 tahun Deklarasi dan Program Aksi Durban. Duta Besar AS Jeff Bartos juga menyerukan penolakan terhadap apa yang disebutnya sebagai warisan konferensi yang anti-Amerika dan anti-Barat.

RRI.CO.ID, New York - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan langkah konkret untuk mengatasi dampak berkepanjangan dari perbudakan, kolonialisme, dan diskriminasi rasial. Seruan tersebut disampaikan dalam pertemuan tingkat tinggi PBB untuk memperingati 25 tahun Deklarasi dan Program Aksi Durban.

Dilansir Anadolu, Rabu, 30 September 2026, Guterres mengatakan dunia harus menghadapi warisan perbudakan, kolonialisme, dan diskriminasi rasial melalui langkah nyata. Ia menyerukan keadilan reparatif yang berlandaskan hukum hak asasi manusia internasional.

Menurut Guterres, diskriminasi rasial masih muncul dalam berbagai bentuk, termasuk ketimpangan serta hukum dan institusi yang diskriminatif. Kondisi tersebut juga terlihat dari penolakan terhadap hak dan kesempatan yang setara.

Guterres juga memperingatkan bahwa teknologi digital dapat memperkuat ujaran kebencian dan disinformasi. Kondisi tersebut dinilai dapat melanggengkan kebohongan dan stereotip berbahaya serta mendorong kekerasan dan tindakan penyalahgunaan.

“Penangkal racun-racun ini adalah persatuan dan tindakan nyata,” kata Guterres. Ia mendesak pemerintah memperkuat dan menerapkan undang-undang antidiskriminasi.

Pemerintah juga diminta membongkar diskriminasi sistemik dan berinvestasi dalam pembangunan masyarakat yang inklusif. Guterres turut menyerukan kepada perusahaan teknologi untuk mengidentifikasi dan mengatasi bias dalam sistem kecerdasan buatan.

Menurutnya, teknologi digital harus digunakan untuk mendorong kesetaraan dan inklusi. Selain itu, Guterres meminta negara-negara menjadikan Dekade Internasional Kedua untuk Masyarakat Keturunan Afrika sebagai periode perubahan nyata.

Ia juga menyerukan ratifikasi universal serta penerapan penuh Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial. Sementara itu, Amerika Serikat memboikot peringatan 25 tahun Deklarasi dan Program Aksi Durban.

Duta Besar AS untuk urusan manajemen dan reformasi di PBB, Jeff Bartos, mengatakan Washington tidak akan berpartisipasi dalam acara tersebut. Ia juga mendesak negara-negara lain menolak apa yang disebutnya sebagai warisan konferensi yang anti-Amerika dan anti-Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....