Sebelas Warga Papua Nugini Berisiko Hanyut ke Laut Lepas

  • 29 Sep 2026 22:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebelas warga Papua Nugini berhasil diselamatkan oleh Satgas Terpadu Port Visit 2026 setelah kapal mereka mengalami mati mesin di Samudra Pasifik.
  • KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 menemukan warga Papua Nugini yang berisiko hanyut ke laut lepas saat berlayar menuju Vanuatu.
  • Dansatgas Terpadu Port Visit 2026 Kolonel Laut (P) Benedictus Hery Murwanto menekankan bahwa lokasi kejadian bukan jalur pelayaran ramai, sehingga peluang mereka ditemukan kapal lain sangat kecil.

RRI.CO.ID, Samudra Pasifik - Sebelas warga Papua Nugini berisiko hanyut ke laut lepas setelah kapal mereka mengalami mati mesin. Mereka ditemukan Satgas Terpadu Port Visit 2026 saat KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 berlayar menuju Vanuatu.

Dansatgas Terpadu Port Visit 2026 Kolonel Laut (P) Benedictus Hery Murwanto mengatakan, lokasi kejadian bukan jalur pelayaran ramai. Kondisi tersebut membuat peluang mereka ditemukan kapal lain menjadi lebih kecil.

“Daerah sini biasanya agak sepi, bukan jalur pelayaran, kalau jalur pelayaran yang lebih ramai nanti pas melewati Selat Torres, banyak kapal,” kata Benedictus. Pernyataan tersebut disampaikan kepada RRI di atas KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991, Selasa 29 September 2026.

Benedictus mengatakan, berdasarkan sistem navigasi, hanya satu kapal melintas di kawasan tersebut selama periode tertentu. Kapal itu melintas sejak Sabtu pagi hingga Minggu dini hari, 26 sampai 27 September 2026.

“Dari hari Sabtu pagi hingga Minggu dinihari hanya ada kapal LNJ yang melintas di perairan ini,” ujar Benedictus. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan kawasan itu relatif sepi dari lalu lintas kapal.

Sebelas warga Papua Nugini tersebut terus hanyut setelah kapal mengalami mati mesin. Kondisi itu meningkatkan risiko mereka terbawa menuju laut lepas dan sulit ditemukan.

“Kalau ke laut ya sudah, bagaimana mereka survive tanpa air, kayaknya hampir mustahil. Apalagi El Nino saat ini tidak ada hujan sama sekali,” ucap Benedictus. “Kalau mereka tidak kita tolong kemungkinan besar mereka ke laut lepas, kecil kemungkinan mereka bisa selamat,” katanya.

Salah seorang penumpang, Ludwina (44), menyampaikan terima kasih atas pertolongan Satgas Terpadu Port Visit 2026. Ungkapan tersebut disampaikannya dalam bahasa Inggris di atas KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991.

“Thank you, I would like to say thank you, that you save our lives in the sea,” ujar Ludwina, Minggu 28 September 2026. Ludwina menyampaikan ucapan tersebut setelah mendapat pertolongan dari Satgas Terpadu Port Visit 2026.

Satgas Terpadu Port Visit 2026 menggunakan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 dalam misi kemanusiaan dan diplomasi. Misi tersebut menyasar empat negara Pasifik Selatan, yakni Vanuatu, Fiji, Kepulauan Solomon, dan Papua Nugini.

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 menemukan 11 warga tersebut saat berlayar menuju Vanuatu. Perahu mereka mengalami mati mesin hingga hanyut dan terapung di Samudra Pasifik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....