Selenggarakan Forum Akademik, Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Pendidikan
- 22 Sep 2026 17:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Malaysia dan Indonesia menggelar penyelenggaraan forum akademik bertajuk “Crux Malaysia–Indonesia Academic Forum 2026”, Selasa, 22 September 2026 di Jakarta.
- Ketua Crux Institute, Raja Muzafar mengatakan, pertemuan ini tidak sekadar menjadi dialog antarlembaga, melainkan berfokus pada bagaimana universitas dapat bekerja sama.
- Pendidikan inklusif turut menjadi tema sentral dalam forum ini, mempertegas prinsip bahwa kemajuan pendidikan harus menciptakan peluang bagi seluruh lapisan masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Malaysia dan Indonesia menggelar penyelenggaraan forum akademik bertajuk “Crux Malaysia–Indonesia Academic Forum 2026”, Selasa, 22 September 2026 di Jakarta. Forum yang diselenggarakan Crux Institute ini mempertemukan lebih dari 200 perwakilan dari universitas, lembaga pemerintah, badan profesional, dan dunia industri.
Ketua Crux Institute, Raja Muzafar mengatakan, pertemuan ini tidak sekadar menjadi dialog antarlembaga, melainkan berfokus pada bagaimana universitas dapat bekerja sama. Untuk memperluas akses ke pendidikan pascasarjana berkualitas, khususnya bagi para profesional bekerja yang membutuhkan jalur pembelajaran fleksibel dan relevan dengan industri.
“Malaysia dan Indonesia tidak hanya berbagi kedekatan geografis, kita memiliki landasan budaya yang kuat, keinginan bersama untuk maju, dan tanggung jawab. Utamanya, untuk mempersiapkan masyarakat kita menghadapi dunia yang berubah dengan cepat,” ujar Raja ditemui di sela-sela kegiatan.
“Kerja sama akademik kini harus melangkah melampaui kesepakatan seremonial menuju kemitraan yang menciptakan peluang nyata bagi mahasiswa, akademisi, institusi, dan industri.”
Menurutnya, forum ini menyediakan platform tingkat tinggi bagi kedua negara untuk mengembangkan kolaborasi yang praktis dan berkelanjutan dalam pendidikan pascasarjana. “Termasuk, penelitian bersama, publikasi akademik, pengembangan dosen, pembimbingan industri, dan pelatihan profesional,” kata Raja.
Secara khusus Raja mengungkapkan, salah satu sorotan utama dalam forum ini adalah pertukaran perjanjian kerja sama antara Crux Institute dengan lima universitas di Indonesia. Di antaranya dengan Universitas ESA Unggul, Universitas Teknologi Bandung serta Universitas Satya Negara Indonesia (USNI).
“Perjanjian tersebut bertujuan untuk membangun landasan bagi kelanjutan studi pascasarjana, penelitian kolaboratif, pertukaran akademik, dan pengembangan profesional. Serta keterlibatan kelembagaan yang lebih erat dengan universitas-universitas di Malaysia,” ucapnya menambahkan.

Sementara, forum akademik yang diselenggarakan Crux Institute diharapkan akan mendorong kemitraan yang bermakna, substantif, dan berkelanjutan antara Indonesia dan Malaysia. Kata Bakal Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Muzafar Shah Bin Mustafa pada kesempatan yang sama.
“Program pascasarjana menyediakan platform penting untuk mengembangkan pengetahuan tingkat lanjut dan keahlian penelitian, sekaligus menciptakan peluang penelitian bersama, pertukaran akademik, publikasi, dan program profesional. Saya sangat senang melihat universitas dan institusi dari kedua negara terwakili di sini hari ini,” ujar Muzafar.
Muzafar turut mengharapkan forum akademik yang perdana diselenggarakan di Asia ini, memberikan dampak positif pada penguatan kerja sama pendidikan tinggi. Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu komponen penting dalam hubungan Malaysia dan Indonesia.
“Karena jika kita lihat saat ini, hubungan antarmasyarakat antara Malaysia dan Indonesia sangatlah akrab. Jadi, bidang studi dan pendidikan ini juga menjadi salah satu hal yang dapat melengkapi hubungan kekeluargaan antara Malaysia dan Indonesia,” ujar Muzafar menekankan.
Pendidikan inklusif turut menjadi tema sentral dalam forum ini, mempertegas prinsip bahwa kemajuan pendidikan harus menciptakan peluang bagi seluruh lapisan masyarakat. Forum dirangkaikan dengan penyelenggaraan ekspo pendidikan yang diikuti sekitar 80 perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia pada 23 – 25 September di Balai Kartini, Jakarta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....