Qatar Upayakan Mediasi untuk Hidupkan Kembali Perundingan AS-Iran

  • 22 Sep 2026 15:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Qatar bersama Pakistan mengupayakan dimulainya kembali perundingan antara Washington dan Teheran melalui pertukaran berbagai proposal selama hampir dua pekan.
  • Qatar menilai diperlukan solusi regional dan pemahaman internasional untuk menjaga keamanan jalur perairan strategis, termasuk Selat Hormuz.
  • AS memperingatkan kondisi keamanan di kawasan tetap kompleks dan berpotensi mengalami eskalasi. Presiden Donald Trump menyebut opsi terkait Iran mencakup tindakan militer, tekanan ekonomi, atau negosiasi.

RRI.CO.ID, Doha — Qatar mengatakan upaya mediasi untuk menghidupkan kembali perundingan antara Amerika Serikat dan Iran sedang berlangsung. Tim mediator Qatar telah membahas berbagai proposal selama hampir dua pekan untuk memulai kembali perundingan antara Washington dan Teheran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari mengatakan berbagai gagasan telah dipertukarkan selama hampir dua pekan. Qatar menjalankan upaya mediasi bersama Pakistan untuk mendorong kedua pihak kembali ke meja perundingan.

Melansir dari Anadolu, Selasa, 22 September 2026, tim mediasi Qatar berkomunikasi dengan pihak Teheran dan Washington. Para mediator juga bergerak di antara sejumlah ibu kota dengan harapan dapat mencapai kemajuan dalam upaya menghidupkan kembali perundingan.

Qatar mengatakan telah menerima jaminan dari pejabat pemerintahan AS bahwa Washington ingin mencapai kesepakatan. Doha menilai diperlukan solusi regional untuk menciptakan stabilitas serta pemahaman internasional yang dapat melindungi jalur perairan strategis.

Al-Ansari secara khusus menyoroti pentingnya perlindungan terhadap jalur perairan seperti Selat Hormuz. Ia memperingatkan penggunaan jalur perairan sebagai senjata dapat menciptakan preseden berbahaya.

Pernyataan Qatar disampaikan setelah Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan keamanan terkait situasi di Timur Tengah. AS mengatakan kondisi keamanan di kawasan tetap kompleks dan berpotensi mengalami eskalasi yang tidak terduga.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menjelaskan sejumlah pilihan pemerintahannya terkait perang dengan Iran. Ia menyebut pilihan tersebut mencakup tindakan militer, tekanan ekonomi, atau negosiasi untuk mencapai kesepakatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....