Indonesia Serukan MIKTA Perkuat Peran 'Kekuatan Menengah'
- 22 Sep 2026 14:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia menilai, MIKTA dapat berkontribusi nyata dalam membentuk masa depan sistem multilateral dan menghadirkan manfaat yang lebih terasa bagi masyarakat.
- Menlu RI menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Australia sebagai Ketua MIKTA tahun 2026 yang telah menjaga produktivitas MIKTA.
- Adapun MIKTA adalah grup konsultatif lintas kawasan yang terdiri dari lima negara anggota G20, yaitu Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia.
RRI.CO.ID, New York – Indonesia menilai, MIKTA dapat berkontribusi nyata dalam membentuk masa depan sistem multilateral dan menghadirkan manfaat yang lebih terasa bagi masyarakat. Kata Menlu Sugiono dalam Pertemuan Menlu ke-30 MIKTA yang diselenggarakan di sela-sela High-level Week Sidang Majelis Umum (SMU) ke-81 PBB di New York, Senin, 21 September 2026.
“Dengan kekuatan kolektif yang kita miliki, MIKTA dapat berkontribusi nyata dalam membentuk masa depan sistem multilateral. Dan, menghadirkan manfaat yang lebih terasa bagi masyarakat,” ujar Menlu RI menambahkan.
Menlu RI menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Australia sebagai Ketua MIKTA tahun 2026 yang telah menjaga produktivitas MIKTA. Momentum tersebut, menurut Menlu RI, perlu terus dimanfaatkan untuk memperkuat kontribusi MIKTA dalam mendorong sistem multilateral yang lebih efektif dan responsif.
Dalam konteks reformasi PBB, Indonesia menegaskan bahwa reformasi tidak semata mengenai efisiensi, tetapi juga menyangkut legitimasi, efektivitas, dan akuntabilitas. “MIKTA dapat menjaga kesinambungan inisiatif reformasi yang telah berjalan,” katanya.
“Dan membantu membangun konsensus mengenai peta jalan reformasi dengan arah yang jelas dan mencerminkan visi bersama.”
Lebih lanjut, Indonesia menggarisbawahi bahwa kekuatan MIKTA terletak pada kredibilitas dan konsistensi. Keberagaman perspektif dan kawasan negara anggotanya menjadi sumber kredibilitas MIKTA.
Sementara itu, usulan mekanisme negara koordinator untuk isu-isu tertentu dapat memperkuat konsistensi koordinasi MIKTA. Sehingga kerja sama dapat berjalan lebih terarah dan solid.
Menlu RI mengapresiasi respons cepat MIKTA dalam mengeluarkan pernyataan bersama. Menyusul serangan terhadap pasukan pemelihara perdamaian Indonesia yang tergabung dalam UNIFIL di Lebanon pada April 2026 lalu.
Menurut Menlu RI, kemampuan merespons perkembangan secara real-time penting bagi MIKTA untuk menjaga relevansinya. Beberapa isu lainnya yang menjadi perhatian para Menlu MIKTA di antaranya agenda pembangunan dan Artificial Intelligent (AI).
Menlu RI menekankan pentingnya memperluas kerja sama dengan sektor swasta, filantropi, dan mitra strategis lainnya yang dapat membantu menerjemahkan gagasan menjadi aksi. “Pada akhirnya, kekuatan middle powers hanya akan berarti ketika kita mampu mengubah kekuatan kolektif menjadi dampak yang nyata,” ucap Menlu Sugiono.
Keketuaan Australia pada MIKTA tahun 2026 mengusung tema “State of the Multilateral System and the Role of Middle Powers.” Pertemuan Menteri Luar Negeri ke-30 MIKTA turut dihadiri oleh Menteri Luar Negeri negara-negara anggota MIKTA lainnya, yaitu Meksiko, Republik Korea, dan Turki.
Adapun MIKTA adalah grup konsultatif lintas kawasan yang terdiri dari lima negara anggota G20, yaitu Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia. Sedangkan, nama MIKTA diambil dari akronim kelima negara tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....