Presiden Prabowo Tunjuk Menlu Sugiono Pimpin Delegasi RI di Sidang Umum PBB

  • 17 Sep 2026 19:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menlu RI Sugiono sebagai Kepala Delegasi RI pada High Level Week (HLW) Sidang Majelis Umum (UNGA) ke-81 di New York.
  • Menlu Sugiono dijadwalkan menghadiri sekitar 22 pertemuan dan agenda, termasuk debat umum atau General Debate Sidang Majelis Umum PBB.
  • Pemerintah RI juga akan menggelar resepsi diplomatik di Markas Besar PBB, New York.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menlu RI Sugiono sebagai Kepala Delegasi RI pada High Level Week (HLW) Sidang Majelis Umum (UNGA) ke-81 di New York. HLW UNGA ke-81 akan berlangsung pada 18-28 September 2026 di Markas Besar PBB, Amerika Serikat.

“Head of Delegation of Indonesia pada UNGA Sesi ke-81 di New York adalah Menlu RI, per hari ini, hari Kamis tanggal 17 September 2026. Arahan Presiden untuk meneluh RI yang hadir di General Assembly (GA) minggu depan,” kata Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang dalam konferensi pers, Kamis, 17 September 2026 di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta.

Menlu Sugiono dijadwalkan menghadiri sekitar 22 pertemuan dan agenda, termasuk debat umum atau General Debate Sidang Majelis Umum PBB. Sementara, dalam debat umum, Indonesia akan membawa pesan utama mengenai pentingnya memperkuat ketahanan nasional dan regional untuk mewujudkan ketahanan global.

"Core message-nya ingin disampaikan, dunia saat ini tidak baik-baik saja. Dunia saat ini sedang menghadapi guncangan, tekanan geopolitik, konflik, ketidakpastian ekonomi, krisis pangan, energi, perubahan iklim, sampai gangguan rantai pasok," ujarnya menambahkan.

Karena itu, Indonesia berpandangan bahwa ketahanan global perlu dibangun melalui penguatan ketahanan nasional dan regional. "Jadi kita balik dulu ke ketahanan nasional, kemudian kita memiliki ketahanan di kawasan, dan kemudian kita menuju ketahanan global,” ucapnya.

Selain ketahanan global, Indonesia akan membawa sejumlah pesan lain. Antara lain penguatan multilateralisme, inklusivitas, komitmen terhadap perdamaian dunia, dukungan bagi Palestina, reformasi PBB, serta penguatan negara-negara Selatan Global.

Yvonne mengatakan, Indonesia ingin mendorong multilateralisme yang tidak berhenti pada konsep, tetapi mampu menghasilkan kerja sama dan solusi yang konkret. Termasuk penguatan kerja sama antarnegara, penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB, serta penyelesaian konflik secara damai melalui dialog dan negosiasi.

"Efektif multilateralisme adalah multilateralisme yang mampu menghasilkan hasil-hasil yang juga konkret. Ini bukan sekadar multilateralisme sebagai konsep yang ingin kita majukan," kata Yvonne menekankan.

Selama HLW UNGA ke-81, Menlu Sugiono juga dijadwalkan menghadiri sejumlah pertemuan tingkat tinggi. Termasuk MIKTA dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta melakukan pertemuan bilateral.

Pemerintah RI juga akan menggelar resepsi diplomatik di Markas Besar PBB, New York. Yakni, dalam upaya kampanye pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....