Menlu RI Pastikan Indonesia Perkuat Upaya Bersama untuk Perdamaian Palestina

  • 22 Sep 2026 13:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mengawali keikutsertaannya di Pekan Tingkat Tinggi High (HLW) Sidang Majelis Umum (SMU) ke-80 PBB, Menlu Sugiono menghadiri pertemuan para Menlu Grup 8.
  • Menlu RI menekankan prioritas saat ini adalah memastikan upaya perdamaian Palestina dapat menghasilkan perubahan nyata di lapangan.
  • Menlu RI juga menekankan pentingnya negara-negara Group of Eight untuk terus menyuarakan pesan tegas yang seirama.

RRI.CO.ID, New York – Mengawali keikutsertaannya di Pekan Tingkat Tinggi High (HLW) Sidang Majelis Umum (SMU) ke-80 PBB, Menlu Sugiono menghadiri pertemuan para Menlu Grup 8. Pertemuan Group of Eight berlangsung di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Senin, 21 September 2026.

“Kita berkomitmen untuk tegaknya perdamaian, tetapi rakyat Palestina belum melihat perubahan nyata. Dalam jangka pendek, yang mereka butuhkan adalah mengalirnya bantuan kemanusiaan, gencatan senjata, dan berhentinya pembunuhan di Gaza,” kata Menlu RI di dalam pertemuan.

Menlu RI menekankan prioritas saat ini adalah memastikan upaya perdamaian dapat menghasilkan perubahan nyata di lapangan. Terutama, di tengah situasi Gaza yang justru terus memburuk.

“Kita harus menyampaikan pesan yang kuat. Kita ingin melihat bahwa upaya yang kita lakukan benar-benar menghasilkan kemajuan dan perubahan bagi rakyat Palestina,” ujar Menlu Sugiono menegaskan.

Menlu RI juga menekankan pentingnya negara-negara Group of Eight untuk terus menyuarakan pesan tegas yang seirama. Serta, menjaga dorongan bersama bagi perdamaian Palestina.

“Indonesia berkomitmen untuk terus melakukan pendekatan dengan berbagai mitra demi kemajuan proses perdamaian di Palestina. Partisipasi aktif masyarakat Palestina adalah salah satu aspek utama agar perdamaian yang berkelanjutan dapat terwujud,” kata Menlu RI menambahkan.

Adapun pertemuan Ministerial Coordination Meeting of the Group of Eight Arab and Islamic Countries terdiri atas delapan menlu. Yaitu, Indonesia, Arab Saudi, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, Türkiye, dan Pakistan.

Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari koordinasi delapan negara Arab dan Islam yang diinisiasi pada HLW SMU ke-80 PBB pada 2025, untuk mencari langkah konkret penyelesaian isu Palestina. Sejak saat itu, koordinasi terus diperkuat melalui pelibatan berbagai mitra, termasuk Amerika Serikat, guna menjaga momentum diplomatik dan mendorong langkah bersama menuju perdamaian di Gaza.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....