Presiden Prabowo Prihatin Kekerasan Masih Terjadi di Gaza

  • 19 Sep 2026 23:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan untuk Palestina merdeka
  • Presiden Prabowo menyebut kekerasan oleh Israel terhadap warga Gaza Palestina masih terjadi
  • Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari terharu dengan dukungan dari Presiden Prabowo

RRI.CO.ID, Ponorogo-Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinannya atas kekerasan yang masih terjadi di Gaza, Palestina. Tentara Israel secara terus menerus menyerang rakyat sipil di Gaza.

“Tadi saya teringat saudara-saudara kita di Palestina. Mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus, kita seolah kurang berdaya untuk membantu mereka,” kata Presiden Prabowo Subianto dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19 September 2026.

Presiden Prabowo mengajak generasi muda, tokoh agama, pendidik di institusi seperti Gontor untuk untuk membangun bangsa Indonesia menjadi kuat. Jika suatu bangsa dianggap lemah, maka akan tidak dihormati oleh bangsa lain.

Namun jika Indonesia menjadi negara kuat dan berdaulat maka dapat membantu negara lain yang tertindas. Indonesia dapat membantu rakyat Palestina.

“Ini saya kira harus mendorong dan memicu suatu kehendak untuk belajar sungguh-sungguh. Kehendak untuk membangun bangsa Indonesia yang kuat, karena bangsa yang tidak kuat, bangsa itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain,” katanya.

“Kalau kita kuat, kita bisa membantu saudara-saudara kita yang tertindas dan yang ditindas oleh bangsa-bangsa lain. Kalau kita tidak punya kekuatan, bagaimana kita bisa membantu saudara-saudara?” ujarnya.

Presiden Prabowo mengingatkan agar Indonesia belajar dari sejarah, mengakui secara jujur kelemahan diri sendiri. Kepala Negara mengajak generasi muda, dan tokoh agama untuk belajar dari kelamahan dan memperbaikinya.

“Kita harus jujur kepada diri kita, harus jujur bukan kepada orang lain, tetapi kita harus jujur kepada diri kita sendiri. Kita harus berani melihat kelemahan-kelemahan kita, gampang untuk kita bicara dengan hebat tapi sulit untuk kita melihat kekurangan-kekurangan kita sendiri, kelemahan-kelemahan kita sendiri,” ujar Presiden Prabowo.

Kepala Negara kembali mengingatkan bahwa bangsa Indonesia pernah dijajah oleh bangsa lain. Kedaulatan Indonesia pernah diacak-acak oleh penjajah, namun para pendahulu bangsa dan penjuang melawan penjajah.

“Ini pahit, tapi kita harus berani mengakui dan kita harus belajar dari situ. Dan kita harus bertekad, jangan sekali-sekali kita akan dijajah kembali oleh siapa pun. Kita harus kuat,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyerukan kemerdekaan bangsa Palestina. Presiden Prabowo mengepalkan tangan kanan sambil berteriak dengan lantang ‘Free Palestine, free Palestine, free Palestina.

Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari, terharu dengan sikap Presiden Prabowo. Abdalfatah meminta izin agar Presiden Prabowo mau menerima kefiyyeh, kain bercorak khas yang lekat dengan identitas Palestina.

Dubes berlari ke atas panggung, lalu mengalungkan kefiyyeh ke Presiden Prabowo. Lalu keduanya berpelukan dengan penuh haru.

Presiden Prabowo sempat menitikan airmata dan mengusap dengan kefiyyeh untuk selanjutnya melanjutkan sambutan, Sementara itu, Dubes Abdalfatah menyampaikan rasa bahagia atas dukungan Presiden Prabowo,

“Sejak saya tiba di Indonesia, selama delapan bulan, saya mulai merasakan dukungan yang sangat besar untuk Palestina. Dan ini bukan pertama kalinya Presiden menyampaikan tentang situasi di Palestina, dalam berbagai pidatonya, dan juga para pemimpin Indonesia, mereka berbicara tentang Palestina,” ujar Abdalfatah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....