Komite Gaza Khawatir dengan Pemangkasan Layanan UNRWA

  • 19 Sep 2026 16:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Komite Pengungsi Gaza memperingatkan pemangkasan UNRWA dapat mengganggu layanan penting, terutama pendidikan, kesehatan, bantuan, dan perlindungan.
  • Komite mendesak transparansi dan pelibatan pegawai serta pengungsi dalam rencana restrukturisasi UNRWA, sekaligus meminta hak staf yang terdampak tetap dijamin.
  • PBB dan negara donor didesak memperkuat pendanaan UNRWA, yang mandatnya diperpanjang hingga 30 Juni 2029 untuk melayani pengungsi Palestina di lima wilayah operasional.

RRI.CO.ID, Gaza — Komite pengungsi di Jalur Gaza memperingatkan bahwa pemangkasan dan restrukturisasi di Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dapat mengganggu layanan penting pengungsi. Komite tersebut mendesak penghentian langkah-langkah yang berdampak terhadap layanan dan staf UNRWA, dilansir dari Anadolu, Sabtu, 19 September 2026.

Komite Pengungsi Bersama menyampaikan keprihatinan atas perkembangan terbaru di UNRWA, termasuk pemutusan hubungan kerja staf dan pemangkasan program. Langkah tersebut juga mencakup Departemen Keuangan Mikro dan Pembangunan UNRWA.

Komite menilai krisis keuangan UNRWA tidak boleh berubah menjadi krisis layanan yang harus ditanggung pegawai dan pengungsi Palestina. Restrukturisasi yang dilakukan tanpa transparansi dan konsultasi dengan perwakilan pegawai serta pengungsi dinilai dapat mengancam kemampuan UNRWA menjalankan mandatnya.

Menurut komite, kondisi di Gaza justru membutuhkan perluasan layanan, bukan pengurangan. Layanan yang perlu dipertahankan mencakup pendidikan, kesehatan, bantuan, dan perlindungan.

Komite mendesak penghentian segera pemangkasan yang berdampak pada layanan penting dan keamanan pekerjaan staf. UNRWA juga diminta menjamin hak pegawai yang kontraknya dihentikan sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku.

Selain itu, UNRWA diminta membuka rencana restrukturisasi kepada publik. Informasi tersebut mencakup kriteria, tahapan, serta dampak restrukturisasi terhadap staf dan layanan.

Komite juga meminta perwakilan pegawai dan pengungsi dilibatkan dalam keputusan mengenai masa depan UNRWA. Mereka menekankan pentingnya mempertahankan tenaga kerja yang berkualifikasi untuk memastikan layanan tetap berjalan.

PBB dan negara-negara donor turut didesak menyediakan pendanaan berkelanjutan bagi UNRWA. Komite menegaskan UNRWA bukan sekadar lembaga penyedia layanan, melainkan badan PBB yang mandatnya berkaitan langsung dengan persoalan pengungsi Palestina.

Komite mengutip Resolusi Majelis Umum PBB 80/78 yang memperpanjang mandat UNRWA hingga 30 Juni 2029. Negara-negara donor diminta meningkatkan dukungan pendanaan agar badan tersebut dapat menjalankan mandatnya.

Komite menolak penyelesaian krisis keuangan UNRWA melalui pemangkasan staf dan program yang berdampak terhadap pengungsi. Komite juga mengatakan dukungan pengungsi Palestina terhadap UNRWA bukan berarti menggantikan hak untuk kembali.

UNRWA menyediakan layanan pendidikan, kesehatan, bantuan, dan sosial bagi pengungsi Palestina yang terdaftar di lima wilayah operasional. Wilayah tersebut meliputi Gaza, Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur, Yordania, Lebanon, dan Suriah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....