WNI Terduga Menjadi Tentara Rusia Kirim Pesan WA ke Jubir Kemlu
- 17 Sep 2026 22:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengungkapkan, seorang WNI yang diduga bergabung menjadi tentara Rusia mengirimkan pesan kepadanya.
- Yvonne menjelaskan, di dalam pesan tersebut WNI yang diduga bergabung dengan tentara Rusia menujukan pesan untuk Menlu RI, Sugiono.
- Adapun, Kemlu RI tengah memverifikasi informasi mengenai dugaan 8 WNI yang direkrut menjadi tentara Rusia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengungkapkan, seorang WNI yang diduga bergabung menjadi tentara Rusia mengirimkan pesan kepadanya. Yvonne menyebut, pesan tertulis itu dikirimkan melalui nomor WhatsApp pribadinya.
“Kalau ditanya terkait, diklaim ada surat kepada Menlu RI terkait ini, I'm gonna be candid here, sampai saat ini kita tidak menerima surat resmi untuk Menlu RI. Tapi ada satu WhatsApp yang notabene dari WNI tersebut ke nomor pribadi saya sebagai jubir,” ujar Yvonne dalam konferensi pers, Kamis, 17 September 2026 di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta.
Yvonne menjelaskan, di dalam pesan tersebut WNI yang diduga bergabung dengan tentara Rusia menujukan pesan untuk Menlu RI, Sugiono. “WNI menyampaikan kepada Menlu, If we consider that as a letter, mungkin,” ucapnya.
Yvonne mengatakan, Kemlu RI tetap melakukan verifikasi secara menyeluruh terkait informasi tersebut. Koordinasi dilakukan dengan KBRI Moskwa, KBRI Kyiv, serta kementerian dan lembaga terkait di dalam negeri.
Informasi yang masih diverifikasi mencakup identitas dan status kewarganegaraan WNI, proses perekrutan, kontrak kerja, satuan militer, lokasi keberadaan, dan penugasan. Termasuk, bentuk keterlibatan mereka dalam aktivitas militer Rusia.
"Kita terus melakukan koordinasi yang erat, kita ini adalah Kemlu RI berkoordinasi dengan KBRI Moskwa dan juga Kyiv dan K/L terkait. Melakukan penelusuran dan verifikasi secara komprehensif terkait isu ini," kata Yvonne menegaskan.
Kemlu juga mendalami kemungkinan adanya unsur penipuan, eksploitasi, atau perekrutan melalui tawaran pekerjaan yang menyesatkan. Jika nantinya ditemukan WNI yang menjadi korban, pemerintah akan mengambil langkah perlindungan yang diperlukan.
Yvonne mengingatkan WNI agar berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di wilayah konflik maupun pekerjaan yang berpotensi melibatkan mereka dalam kegiatan militer negara asing. Ia menegaskan, jika keterlibatan WNI dalam militer negara asing nantinya terverifikasi, tindakan tersebut merupakan tindakan individual dan tidak merepresentasikan kebijakan pemerintah Indonesia.
Adapun, Kemlu RI tengah memverifikasi informasi mengenai dugaan 8 WNI yang direkrut menjadi tentara Rusia. Laporan itu sebelumnya beredar di media sosial melalui unggahan dokumen Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (FISU).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....