Malaysia Siap Kerja Sama dengan Indonesia Tangani Kebakaran Hutan

  • 16 Sep 2026 17:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Malaysia menyatakan siap bekerja sama dengan Indonesia dalam menangani kebakaran hutan dan lahan.
  • Kerja sama tersebut salah satunya dilakukan melalui upaya modifikasi cuaca atau cloud seeding di wilayah perbatasan kedua negara.
  • Sebelumnya, Indonesia bersama negara-negara ASEAN juga mendorong peningkatan kewaspadaan menghadapi cuaca kering akibat kondisi iklim.

RRI.CO.ID, Jakarta - Malaysia menyatakan siap bekerja sama dengan Indonesia dalam menangani kebakaran hutan dan lahan. Kerja sama tersebut salah satunya dilakukan melalui upaya modifikasi cuaca atau cloud seeding di wilayah perbatasan kedua negara.

Menteri Lingkungan Malaysia telah mengirim surat kepada Menteri Lingkungan Indonesia terkait penanganan kabut asap. Kata Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia, Farzamie Sarkawi.

“Menteri Lingkungan kami telah mengirim surat kepada Menteri Lingkungan Indonesia, kami juga telah berkomunikasi secara verbal dan sebagainya. Kami sudah menerima persetujuan dari pihak Indonesia untuk melakukan cloud seeding (modifikasi cuaca/penyemaian awan) di perbatasan kedua negara, jadi upaya itu sudah dimulai di sana,” ujar Farzamie ditemui di sela-sela perayaan Hari Nasional dan Hari Malaysia, Selasa, 15 September 2026, malam di Jakarta.

Farzamie berharap upaya tersebut dapat membantu mengurangi dampak kabut asap yang terjadi di wilayah perbatasan Malaysia dan Indonesia. "Kami berharap akan dapat membantu dan meringankan situasi haze atau jerebu di sempadan yang berlaku di sebelah Kalimantan. Insyaallah," katanya menambahkan.

Terkait respons masyarakat Malaysia terhadap kabut asap yang berasal dari Indonesia, Farzamie mengatakan pihaknya berharap situasi dapat segera dipulihkan. Ia juga menegaskan kesiapan Malaysia untuk membantu Indonesia dalam penanganan kebakaran apabila diperlukan.

"Kami bersedia membantu pada bila-bila masa. Kalau diundang bersama-sama, any time, kami siap," ucap KUAI Kedubes Malaysia di Jakarta.

Farzamie juga menyebut mekanisme ASEAN dapat digunakan untuk menangani persoalan kabut asap lintas batas. Namun, menurut dia, upaya tersebut perlu dilakukan melalui konsensus seluruh negara anggota.

Sebelumnya, Indonesia bersama negara-negara ASEAN juga mendorong peningkatan kewaspadaan menghadapi cuaca kering akibat kondisi iklim. Kata Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Vahd Nabyl Mulachela dalam keterangan tertulis, Sabtu, 5 September 2026.

Nabyl mengatakan, Indonesia memanfaatkan kerangka kerja sama ASEAN melalui ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP) dalam menangani persoalan tersebut. Mekanisme kerja sama itu telah berjalan, termasuk melalui pertemuan berkala untuk membahas perkembangan kabut asap dan koordinasi tindak lanjut.

Sementara, ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control (ACC THPC) menerapkan status siaga kawasan pada Alert Level 3 sejak 26 Agustus 2026. Seluruh negara ASEAN diminta menyampaikan laporan situasi (SITREP) harian yang dilengkapi peta trajektori asap.

“Dan, meminta semua negara ASEAN menyampaikan Situation Report (SITREP) harian. Termasuk menyertakan peta trajektori asap, lalu mendistribusikannya kembali ke seluruh National Focal Point AMS,” kata Nabyl memaparkan.

Indonesia memenuhi kewajiban pelaporan harian dan tindakan wajib pada Alert Level 3 sesuai SOP Monitoring, Assessment, and Joint Emergency Response (MAJER). Indonesia antara lain menyampaikan data titik panas, kondisi lingkungan, indikasi pergerakan asap, serta perkembangan penanggulangan karhutla kepada Sekretariat ASEAN.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....