WHO Akan Hentikan Pasokan Solar ke Lebih dari 20 Rumah Sakit Gaza
- 15 Sep 2026 17:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- WHO akan menghentikan pasokan solar ke lebih dari 20 rumah sakit dan pusat kesehatan di Gaza mulai Sabtu, 19 September 2026, karena kekurangan dana yang dihadapi organisasi kesehatan global tersebut.
RRI.CO.ID, Gaza — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan menghentikan pasokan solar ke lebih dari 20 rumah sakit dan pusat kesehatan. Dikutip dari Anadolu, penghentian ini dijadwalkan berlaku mulai Sabtu 19 September 2026 akibat kekurangan dana.
Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Bursh, mengatakan keputusan tersebut terjadi di tengah kelangkaan bahan bakar dan minyak. Menurut dia, fasilitas kesehatan Gaza hanya menerima bahan bakar dalam jumlah terbatas yang cukup untuk mempertahankan operasional.
Bursh mengingatkan penghentian pasokan dapat berdampak serius terhadap layanan rumah sakit. Generator listrik berpotensi berhenti beroperasi akibat kekurangan bahan bakar, sehingga mengancam fungsi ruang operasi dan unit perawatan intensif.
Ventilator dan stasiun oksigen juga dapat mengalami gangguan. Kondisi tersebut turut mengancam anak-anak yang berada dalam inkubator, pasien cuci darah, korban luka, serta penderita penyakit kronis.
Bursh mengatakan krisis bahan bakar juga dapat melumpuhkan layanan ambulans dan mengganggu rantai pasok obat-obatan serta vaksin. Hal ini membuat rumah sakit dapat menuju penghentian operasional secara total.
Bursh mendesak WHO, para donor, dan masyarakat internasional segera bertindak untuk memastikan tersedianya pasokan bahan bakar dan minyak. Pengiriman bahan bakar, lanjut dia, bisa dilakukan secara aman dan berkelanjutan ke seluruh fasilitas kesehatan.
Krisis tersebut berlangsung bersamaan dengan kekurangan minyak dan suku cadang untuk generator rumah sakit. Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan beberapa generator telah berhenti bekerja selama beberapa hari terakhir.
Generator merupakan sumber utama listrik untuk rumah sakit di Gaza guna menjalankan operasional dan berbagai peralatan medis. Kondisi tersebut terjadi di tengah pemadaman listrik total selama tiga tahun berturut-turut sejak dimulainya perang pada Oktober 2023.
Kekurangan bahan bakar diperparah dengan penutupan Perlintasan Kerem Shalom oleh Israel sejak Oktober 2023. Militer Israel juga menguasai Perlintasan Rafah antara Gaza dan Mesir sejak Mei 2024.
Kedua perlintasan itu hanya dibuka secara terbatas untuk pasien, korban luka, dan warga yang kembali ke Gaza. Selain itu digunakan untuk masuknya bantuan kemanusiaan dan medis dalam jumlah terbatas.
Kantor Media Pemerintah Gaza berulang kali menuduh Israel tidak memenuhi kewajibannya sesuai kesepakatan gencatan senjata pada 10 Oktober 2025. Di antaranya mengizinkan masuknya bantuan dan bahan bakar yang telah disepakati untuk sektor-sektor vital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....