Terima Kunjungan DPM Bulgaria, Wapres Dorong Penguatan Kemitraan Strategis

  • 15 Sep 2026 15:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Presiden Gibran Rakabuming menerima kunjungan kehormatan Deputi Perdana Menteri dan Menteri Ekonomi Bulgaria Alexander Poulev di Istana Wakil Presiden Jakarta pada Senin, 14 September 2026.
  • Pertemuan ini bertujuan memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Bulgaria menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 20 September 2026.
  • Topik pertemuan mencakup bidang perdagangan, investasi, pertahanan, teknologi, dan ekonomi kreatif sebagai fokus kerja sama bilateral.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima kunjungan kehormatan Deputi Perdana Menteri (DPM) sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Republik Bulgaria Alexander Poulev. Pertemuan itu dilakukan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin, 14 September 2026.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Bulgaria menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik pada 20 September 2026. Khususnya di bidang perdagangan, investasi, pertahanan, teknologi, dan ekonomi kreatif.

“Selamat datang di Indonesia, selamat datang di Jakarta, Yang Mulia. Kunjungan ini adalah kunjungan yang sangat istimewa karena memperingati 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Bulgaria,” ujar Wapres.

Wapres juga menyampaikan salam hangat Presiden Prabowo Subianto kepada DPM Bulgaria. Lebih jauh ia menegaskan, hubungan diplomatik yang telah terjalin selama tujuh dekade perlu terus diperkuat.

“Dan saya yakin kunjungan Yang Mulia kali ini dapat lebih mempererat hubungan antara Indonesia dan Bulgaria dan membuka peluang baru. Kerja sama baru antara Indonesia dan Bulgaria yang saya yakin ke depan bisa menguntungkan kedua negara,” ungkap Wapres.

Merespons hal tersebut, DPM Bulgaria menyampaikan apresiasi atas sambutan Wapres. Ia menegaskan kesiapan Bulgaria untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

Ia menilai persahabatan dan hubungan diplomatik yang kuat antara kedua negara menjadi fondasi penting membangun kemitraan ekonomi lebih erat. “Kita memiliki fondasi yang sangat kuat untuk membangun kemitraan ekonomi," kata Alexander.

"Bulgaria ingin berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Berdasarkan kajian ekonomi kami, kami memperkirakan bahwa dalam 10 tahun ke depan, Indonesia akan menjadi salah satu dari empat ekonomi terbesar di dunia,” ujarnya.

DPM Bulgaria juga menyampaikan simpati atas berbagai bencana alam yang melanda Indonesia dan menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan. Solidaritas tersebut turut memperkuat hubungan persahabatan kedua negara yang menjadi landasan dalam mengembangkan kerja sama bilateral ke depan.

Dalam kesempatan tersebut Wapres didampingi Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta. Ia mengatakan, dalam pertemuan tersebut terdapat sejumlah peluang kerja sama yang dibahas.

Salah satu peluang yang dijajaki adalah peningkatan perdagangan dan investasi, Dimana memanfaatkan posisi Bulgaria sebagai pintu masuk produk-produk Indonesia ke pasar Uni Eropa.

“Tadi salah satu sektor yang dibahas agak mendalam, ini adalah sektor agroindustri, kemudian logistik. Dan juga intinya adalah bahwa Bulgaria ingin menjadi pintu masuk produk-produk Indonesia ke Uni Eropa,” kata Anis usai pertemuan.

Dalam penguatan hubungan perdagangan, Wapres juga mendorong agar peluang kerja sama tersebut ditindaklanjuti melalui penguatan kerangka perdagangan Indonesia-Uni Eropa. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti dalam kesempatan yang sama.

Indonesia berharap dukungan Bulgaria terhadap penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Termasuk membuka peluang kerja sama di sektor pangan dan transfer teknologi.

“Lalu kemudian mengenai perjanjian dagang, sedikit tambahan Indonesia-IEU-CEPA, harapannya bisa diratifikasi tahun ini dan berlaku awal tahun 2027. Di mana kami berharap support dari Bulgaria,” ujar Dyah Roro Esti.

Sementara itu, penguatan kemitraan yang didorong Wapres juga mencakup sektor ekonomi kreatif. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menjelaskan peluang kolaborasi dapat dikembangkan melalui pertukaran antarpelaku ekonomi kreatif kedua negara.

Salah satunya dengan mengundang delegasi Bulgaria menghadiri World Conference on Creative Economy (WCCE). “Tadi salah satunya tentu kita mengundang delegasi dari Bulgaria untuk datang ke World Conference on Creative Economy,” kata Irene.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....