Indonesia–Portugal Perkuat Kerja Sama Penempatan Pekerja Migran

  • 04 Agt 2026 22:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri P2MI Mukhtarudin menerima Duta Besar RI untuk Portugal Susi Marleny Bachsin di Jakarta untuk membahas kerja sama penempatan pekerja migran.
  • Pertemuan tersebut fokus pada percepatan penyelesaian nota kesepahaman penempatan pekerja migran Indonesia di Portugal yang dijadwalkan selesai pada Oktober 2026.
  • Duta Besar RI apresiasi dukungan Kementerian P2MI dalam membuka peluang kerja sama penempatan pekerja migran secara aman dan legal.

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menerima Duta Besar RI untuk Portugal, Susi Marleny Bachsin, di Jakarta. Pertemuan tersebut membahas percepatan penyelesaian nota kesepahaman penempatan pekerja migran Indonesia di Portugal pada Oktober 2026.

Duta Besar RI untuk Portugal, Susi Marleny Bachsin, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian P2MI. Apresiasi diberikan dalam membuka peluang kerja sama penempatan pekerja migran Indonesia secara aman dan legal.

"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian, sambutan, serta dukungan Bapak Menteri beserta seluruh jajaran. Terhadap upaya pembukaan kerja sama penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia," ujar Susi dalam pertemuan tersebut, Selasa 4 Agustus 2026.

Menurutnya, proses penyelesaian naskah MoU dengan otoritas migrasi Portugal atau Agency for Integration, telah memasuki tahap akhir. Pemerintah Portugal juga mengusulkan kunjungan delegasi Kementerian P2MI ke Lisbon pada September 2026.

Kunjungan tersebut direncanakan meliputi pertemuan dengan AIMA, forum kerja sama penempatan pekerja migran, kegiatan business matching. Serta pembahasan mekanisme kerja sama yang lebih terperinci.

Menanggapi hal itu, Menteri P2MI Mukhtarudin menyatakan pemerintah mendukung langkah percepatan kerja sama tersebut. "Terima kasih kepada atas kunjungan yang kedua kalinya dan membawa kabar baik mengenai progres pembangunan kerja sama," kata Mukhtarudin.

Mukhtarudin mengatakan Portugal menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian pemerintah. Khususnya, dalam upaya memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

"Portugal menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian Bapak Presiden. Karena itu, kita harus mempersiapkan sebaik mungkin tenaga kerja terampil yang akan menjadi bagian dari program Presiden," ujarnya.

Mukhtarudin menjelaskan, meskipun jumlah pekerja migran Indonesia yang bekerja di Portugal masih terbatas. Keberadaan MoU diyakini dapat meningkatkan jumlah penempatan tenaga kerja secara signifikan.

Pemerintah, lanjut Mukhtarudin, juga telah menyiapkan berbagai sarana pendukung, mulai dari balai pelatihan kerja. Serta, lembaga pendidikan vokasi, hingga perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI).

Ia menegaskan bahwa aspek pelindungan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kerja sama penempatan pekerja migran Indonesia. "Bagi Bapak Presiden, yang paling utama adalah perlindungan pekerja migran," katanya.

Melalui kerja sama tersebut, Indonesia dan Portugal diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja bagi tenaga kerja Indonesia. Sekaligus memperkuat hubungan bilateral di bidang ketenagakerjaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....