Indonesia Sambut Terpilihnya Menlu Bangladesh sebagai Presiden SMU PBB

  • 10 Sep 2026 22:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia menyambut positif terpilihnya Menlu Bangladesh Khalilur Rahman sebagai Presiden Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-81.
  • Indonesia memiliki kepentingan besar dalam SMU PBB, karena forum tersebut menjadi salah satu dari enam organ utama PBB dengan keanggotaan paling luas.
  • Rahman terpilih sebagai Presiden SMU PBB ke-81 setelah memperoleh 99 suara dalam pemungutan suara rahasia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia menyambut positif terpilihnya Menlu Bangladesh Khalilur Rahman sebagai Presiden Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-81. Serta, menilai terpilihnya Menlu Rahman juga penting untuk memastikan berbagai agenda PBB selama satu tahun ke depan dapat berjalan baik.

Indonesia memiliki kepentingan besar dalam SMU PBB, karena forum tersebut menjadi salah satu dari enam organ utama PBB dengan keanggotaan paling luas. Kata Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Nabyl Mulachela saat ditemui Kamis, 10 September 2026 di Jakarta.

“Bagi Indonesia, keteribatan kita di SMU PBB itu sangat penting, karena itu adalah satu dari enam main organisasinya PBB yang memiliki keanggotaan paling luas dari negara. Tentu terpilihnya Menlu Bangladesh sebagai presiden SMU PBB akan mengawal berbagai mandat yang harus dijalankan untuk setahun ke depan,” ujarnya menambahkan.

Nabyl menyebut, Indonesia mendukung agar berbagai program yang telah ditetapkan untuk satu tahun ke depan dapat terlaksana. Termasuk, melalui komite-komite yang berada di bawah Majelis Umum PBB.

“Tentu Indonesia sebagai anggota dari PBB dan juga memiliki banyak kepentingan. Kita mendukung agar semua program-program yang sudah ditetapkan untuk setahun ke depan itu bisa terlaksana dari berbagai komite-komite di bawah SMU PBB,” ucap Jubir II Kemlu RI memaparkan.

Terkait kemungkinan kehadiran Presiden RI dalam Sidang Majelis Umum PBB, Nabyl mengatakan pemerintah masih menyiapkan sejumlah skenario. Ia memastikan persiapan dari sisi substansi tetap berjalan dan terus dimatangkan bersama kementerian terkait.

“Kita mempersiapkan berbagai skenario. Tapi tentu dari segi substansi semua persiapan tetap berjalan dan ini terus dimatangkan,” kata Nabyl.

Ia menambahkan, keputusan mengenai tingkat kehadiran delegasi Indonesia akan diumumkan secara resmi dalam waktu dekat. Indonesia juga mulai menyiapkan sejumlah isu yang akan disampaikan dalam forum tersebut.

“Kita akan tentu pertama kita akan melihat dari tema besar SMU-nya sendiri, yang selain itu kita biasanya juga kita akan melihat perkembangan yang dalam setahun terakhir. Karena, SMU ini kan sudah sebuah event yang berjalan tahunan,” ujarnya.

Rahman terpilih sebagai Presiden SMU PBB ke-81 setelah memperoleh 99 suara dalam pemungutan suara rahasia. Rahman mengalahkan Andreas Kakouris dari Siprus yang meraih 91 suara.

Menlu Bangladesh itu akan menjalankan masa jabatan selama satu tahun mulai 8 September 2026. Kepemimpinannya juga akan berlangsung di tengah proses pemilihan pengganti Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, yang masa jabatannya berakhir pada 31 Desember 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....